Ring of Jember, Mengenalkan Keindahan Jember Melalui Ultra Cycling
Dimulai dari sebuah kegiatan sosial, Ring The Bell (RTB) oleh dosen dan mahasiswa Universitas Jember. Mereka berusaha membuat bumi menjadi “a better place”.
Sejak 2019, The Center for Human Rights, Multiculturalism, and Migration (CHRM) Universitas Jember (Unej), Tegal Boto Cycling Club, Bike to Work Jember, dan beberapa orang kompak bersepeda ke tempat kerja. Seminggu sekali setiap hari Jumat.
Tujuannya untuk menghambat laju pemanasan global dan isu lingkungan. Dengan berjalannya waktu, kian banyak masyarakat Jember dan sekitarnya yang peduli lingkungan.
Selain itu, mereka juga ingin mengeksplorasi alam Jember dengan bersepeda. Akhirnya, tercetuslah ide membuat sebuah even.
“Tahun 2021 diadakan even bersepeda bersama PMI Jember. Fun bike dengan hadiah doorprize. Ramai sekali diikuti 400an cyclist,” buka Al Khanif, Dosen FH Unej.
Lalu vakum selama dua tahun, dan tahun 2024 kembali mengadakan even. Kali ini peserta membludak hingga 700 cyclist. “Sekalian diadakan dies natalis Unej ke-60,” bilang Al Khanif.
Nah, karena antusiasme yang positif ini, mereka kian semangat dan serius. Tahun 2025 ini, tercetuslah membuat even Ring of Jember (ROJ).
“Sengaja dipilih nama ini karena kami ingin mengangkat nama Jember di kancah nasional. Dan kami ingin mengenalkan bahwa kabupaten Jember ini sangat indah dan layak untuk dinikmati sambil bersepeda,” jelas Yuke Apriahastaka, panitia pelaksana dari ROJ.
Jalur yang dipilih lengkap mulai dari perkotaan, pegunungan, hutan, perkebunan, hingga jalur pantai selatan. “Karena namanya ‘ring’ maka rutenya adalah seperti cincin yakni melingkar melintasi seluruh kabupaten Jember,” bilang Yuke.
Even ini mirip dengan even ultra cycling lain. Yakni tanpa hadiah. Hanya ada penghargaan berupa patch atau medali.
“Agar meriah, kami memberi kenangan-kenangan berupa tool kit, helm, lampu, atau lainnya yang berhubungan dengan sepeda,” imbuh Yuke.
Akhirnya, tanggal 6 September bertempat di halaman perpustakaan lapangan Unej, sebanyak 216 cyclist ikut ROJ. Mayoritas peserta adalah dari kota Jember (136 cyclist). Lalu dari Lumajag ada 29 cyclist. Sisanya dari kota-kota lainnya.
Sebagai even perdana, rute dibagi dua yakni 100 km dengan cut off time (COT) 7 jam dan 200 km dengan COT 13 jam.
Yang rute 200 km ini menanjak 970 meter. Sebanyak 154 cyclist berangkat dari Jember melewati Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Sumber Jeruk, lalu lanjut ke selatan Ambulu, Puger. Kembali lagi ke Jember lewat Kebonsari, Balung, dan Jenggawah.
Sedangkan yang rute 100 km ini menanjak 810 meter. Sebanyak 62 cyclist berangkat dari Jember menuju Sumber Kalong, Sukorejo, lalu ke Sumber Jeruk, turun ke Karangharjo. Kembali ke Jember via Seputih, Pliangan, dan Kloncing.
Mayoritas peserta ROJ 2025 ini sangat senang dengan pemilihan rute karena banyak melintasi jalur perkebunan yang asri.
“Melihat antusiasme peserta, kami bertekad menjadikan even ini sebagai even tahunan. Misi utama kami ini membuat nama Jember bisa dikenal oleh cyclist luar Jember karena keindahan alamnya,” bangga Yuke.
“Even ini bukan sekedar ajang olahraga, tapi juga simbol semangat kolaborasi komunitas, panitia, dan sponsor dalam memfasilitasi cyclist Jember yang patut diapresiasi,” puji Yoyos, bos NC Procycling Jember.
“Tentu masih ada kekurangan di sana sini, tetapi seperti kayuhan pertama seseorang belajar bersepeda, semua akan terus dibenahi. Semoga Ring of Jember bisa jadi agenda tahunan yang terus dinanti,” tutup Yoyos.
Advertisement