CRS Menggelar Spirit of 45, Pamer Kekompakan di Perayaan Agustusan
Kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun ini dimaknai dengan perayaan yang mengedepankan kekompakan.
“Indonesia tidak mungkin bisa merdeka apabila para pejuang, pemimpin, dan prajuritnya jalan sendiri-sendiri,” tutur Adi Nugroho, founder Coffee Ride (Run) Society Surabaya.
Berdasarkan pada pemikiran itu, CRS Fams mengadakan acara lomba Agustusan bernama “Spirit of 45” di hari Minggu, 17 Agustus 2025.
Sebuah acara olahraga semi spontanitas yang mengedepankan kekompakan. “Karena sekarang CRS Fams banyak yang runner, jadi acara hari ini fokusnya di lari,” biang Septi Yulianti, juga founder dari CRS.
Soal tempat, mereka sepakat mengadakannya di tengah kota Surabaya yang memang menjadi “taman olahraga” saat pagi hari. Yakni di Tunjungan Loop.
Rutenya sejauh lima kilometer yang mengitari segitiga emas Surabaya yaitu Tunjungan, Pemuda, Panglima Sudirman, Basuki Rahmat, Embong Malang, dan kembali lagi ke Tunjungan.
Karena arena larinya di tengah kota, maka Rocky Young, salah satu member CRS Fams menawarkan Black Owl di Basuki Rahmat Surabaya sebagai tempat start finis.
Total lebih dari 200 runner ikut serta di acara Spirit of 45 ini. Mereka adalah runner yang tergabung dalam berbagai komunitas run di Surabaya.
Tepat jam 6 pagi, seluruh runner start dari Black Owl dan melintasi segitiga emas Surabaya itu. “Mereka mengikuti pacer CRS yakni Reza Nata dan Adhi Yulianto. Dan pacer grup perempuan dipimpin oleh ibu Erni dari Telkomsel,” jelas Faizal Ardi, salah satu member CRS.
Tepat jam 7, para runner sudah kembali ke Black Owl. Banyak makanan dan refreshment yang telah disiapkan oleh Wiwin, salah satu CRS Fams. Mulai dari bakso, sate, rujak, dan es buah. Tentunya ada minuman wajib yaitu kopi dari Coffee Toffee.
Duo MC kondang yakni Deffy dan Aldin bersemangat membuat suasana pagi itu jadi meriah. Apalagi berbagai games digelar untuk memeriahkan acara.
“Sesuai dengan tema dan pemikiran awal bahwa kekompakan itu nomor satu. Maka lomba kali ini adalah jepit balon,” bilang Adi.
Lomba ini beregu berisi empat orang. Mereka harus berdiri berurutan ke belakang. Sambil diberi balon di bagian dada. Balon ini harus ditempelkan di punggung teman depannya agar tidak jatuh.
Serunya adalah, mereka harus kompak berlari agar balon itu tidak jatuh. Dalam satu kelompok ada tiga balon. Dan ketiganya tidak boleh jatuh hingga garis finis.
“Lewat lomba seru ini kita tonjolkan esensi dari kekompakan seperti yang bisa kita teladani dari para pejuang dulu,” tutur Adi.
Selain jepit balon ada juga lomba-lomba lainnya untuk memeriahkan suasana. Salah satunya adalah lomba kostum terbaik. Yang akhirnya dimenangkan oleh Tolik, seorang fotografer yang mengenakan seragam SD lengkap dengan tas punggungnya.
Tidak hanya acara permainan yang seru, CRS juga melakukan bakti sosial. “Kita membagikan paket sembako dan lainnya ke para petugas kebersihan di kawasan tengah kota Surabaya,” bilang Faizal.
Ini sebagai bentuk apresiasi CRS atas ketekunan mereka membersihkan kota Surabaya. “Jadi kita tidak hanya bisa memakai tengah kota untuk olahraga sepeda atau lari tetapi juga menghargai mereka yang telah berjasa membuat semuanya indah dan bersih,” bilang Ridwan Mubarun, salah satu member CRS.
Sekitar jam 9 pagi seluruh acara berakhir dan mereka membawa pulang bingkisan berisi buah dari toko juragan buah Sidoarjo.
Bahkan beberapa dari CRS Fams sudah menantikan acara Agustusan ala CRS tahun depan. “Mungkin kita adakan duathlon? Bersepeda pakai jersey merah lalu disambung lari pakai jersey putih?” tutup Adi lantas tertawa.
Advertisement