Spesies Baru Homalomena bungamerah Ditemukan di Sumatra Utara, Ini Ciri Uniknya
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia melalui penemuan spesies baru tumbuhan aroid dari genus Homalomena, yaitu Homalomena bungamerah. Spesies ini ditemukan di wilayah Sumatra Utara dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Taiwania Volume 71 Nomor 2 tahun 2026.
Menambah Daftar Flora Endemik Indonesia
Penemuan ini semakin memperkaya daftar flora endemik Indonesia, khususnya dari Pulau Sumatra yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena. Penelitian ini melibatkan kolaborasi sejumlah ilmuwan, termasuk Muhammad Rifqi Hariri bersama Wendy A. Mustaqim, Arifin Surya Dwipa Irsyam, Muhammad A. Pratama, dan Irwansyah Surbakti.
Morfologi dan Ciri Khas Homalomena bungamerah
Dalam publikasinya, tim peneliti menjelaskan bahwa Homalomena bungamerah merupakan tumbuhan litofit, yaitu tanaman yang tumbuh di permukaan batuan. Spesies ini umumnya ditemukan pada batu granit yang lembap dan teduh di hutan dipterokarpa campuran.
Beberapa ciri morfologi khasnya antara lain:
Permukaan daun bagian atas bertekstur kasar dan berlipat
Tidak memiliki struktur interpistillar staminodes, yang menjadi pembeda utama dari spesies lain dalam genus yang sama
Memiliki perbungaan berwarna merah mencolok
Menurut Rifqi, kombinasi karakter morfologi tersebut menjadi kunci dalam memastikan bahwa spesies ini berbeda dari Homalomena lain yang telah dideskripsikan sebelumnya.
βCiri unik pada permukaan daun dan struktur bunga menunjukkan perbedaan yang signifikan,β ujarnya.
Asal Nama dan Keunikan Warna
Nama bungamerah diambil dari Bahasa Melayu yang merujuk pada warna mencolok pada tangkai dan seludang bunganya. Warna merah ini menjadi salah satu identitas paling menonjol dari spesies tersebut.
Status Kritis dan Ancaman Kepunahan
Berdasarkan hasil kajian, Homalomena bungamerah diketahui hanya ditemukan di satu lokasi di Sumatra Utara dengan jumlah populasi sangat terbatas, yakni kurang dari 100 individu dewasa.
Kondisi ini, ditambah dengan ancaman pengambilan dari alam serta degradasi habitat, membuat spesies ini dikategorikan sebagai Kritis (Critically Endangered) menurut kriteria International Union for Conservation of Nature.
Pentingnya Eksplorasi Biodiversitas
Penemuan ini menegaskan pentingnya eksplorasi dan kajian taksonomi dalam mengungkap potensi biodiversitas yang belum terdokumentasi. Keterlibatan BRIN dalam penelitian ini juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga dan melestarikan sumber daya hayati.
Dengan ditemukannya Homalomena bungamerah, para peneliti berharap perhatian terhadap konservasi flora endemik semakin meningkat, terutama di kawasan hutan Sumatra yang kaya namun rentan terhadap kerusakan lingkungan.
Advertisement