Rose BLACKPINK Ukir Sejarah di BRIT Awards
Salah satu personil BLAKPINK, Rose mendapat penghargaan dari panggung musik paling prestisius di Inggris. Salah satu anggota grup mega global ini resmi menjadi artis K-pop pertama yang memenangkan trofi International Song of the Year dalam gelaran BRIT Awards 2026. Acara yang berlangsung di Manchester ini merupakan menjadi momen yang menggeser perspektif industri musik Inggris terhadap pasar Asia
Rose, salah satu perempuan yang daftar TIME 100 tokoh paling berpengaruh ini mendapatkan apresiasi berbagai pihak. Kemenangan Rosé melalui lagu “APT.”, kolaborasinya bersama Bruno Mars, tak hanya dirayakan penggemar K-pop, tetapi juga diapresiasi komunitas pelaku musik Inggris. Salah satunya datang dari British Rising Talent Society (BRTS)—sebuah komunitas kreatif independen yang selama ini menyoroti perkembangan musisi lintas budaya di Inggris.
Dalam pernyataan resminya, direktur kreatif BRTS, Eleanor Wade, menyebut kemenangan Rose sebagai “momen yang menggeser perspektif industri musik Inggris terhadap pasar Asia.” “Ini bukan sekadar kemenangan untuk Rosé. Ini tonggak bahwa musisi Asia kini menjadi arus utama, bukan lagi pinggiran,” ujar Wade dalam keterangannya.
Dalam pidato penerimaannya, Rose tampak terharu. Saat berdiri di panggung Co-op Live Arena, tempat berlangsungnya acara, ia mengucapkan terima kasih kepada Bruno Mars, yang ia sebut sebagai mentor sekaligus sahabat perjalanan musik solonya. “Bruno, aku menerima penghargaan ini untuk kita berdua. Terima kasih telah menjadi mentor terbesar dan sahabat terbaikku,” ungkapnya di hadapan para hadirin.
Tak lupa penerima Guinness World Records atas berbagai pencapaian musik dan digital memberikan pesan khusus untuk ketiga rekannya di BLACKPINK yaitu Jennie, Jisoo, dan Lisa. Rose menyebut ketiganya sebagai sumber inspirasi sekaligus keluarga kedua dalam kariernya. Dalam laporan analisis tren tahunan, BRTS menilai kemenangan Rosé berpotensi membuka ruang lebih luas bagi musisi Asia dan diaspora untuk masuk ke panggung industri Inggris.
Menurut Wade, kekuatan Rosé terletak pada keautentikan suara dan identitas musiknya yang tidak berusaha meniru pasar barat. “Rose membawa perspektif yang berbeda yaitu perpaduan budaya Selandia Baru, Australia, dan Korea Selatan. Identitas global seperti inilah yang dicari musisi muda Inggris hari ini,” ungkap Wade.
Titik Balik Industri Musik Inggris
Hingga 2025, belum pernah ada artis K-pop yang berhasil membawa pulang penghargaan dari BRIT Awards. Sebelumnya, BTS dan BLACKPINK sempat masuk nominasi, namun keduanya belum berhasil meraih trofi. Dengan masuknya Rosé sebagai pemenang, pengamat musik Inggris mulai menilai bahwa audiens lokal kini lebih terbuka pada keragaman genre dan bahasa. Lagu “APT.” sendiri mencatat rekor sebagai salah satu lagu internasional dengan streaming tertinggi di Inggris pada 2025–2026.
Karier Rosé yang lahir di bawah naungan YG Entertainment, kemudian melanjutkan langkah globalnya bersama The Black Label dan Atlantic Records, telah membawanya pada banyak tonggak sejarah. Salah satunya sebagai solois Korea pertama yang menduduki puncak Billboard Global 200 sekaligus sebagai anggota grup. Selain itu juga solois Korea dengan penjualan minggu pertama tertinggi pada 2021 BRTS menambahkan bahwa perjalanan Rosé layak menjadi studi kasus untuk memahami bagaimana artis non-Barat bisa membangun identitas global tanpa kehilangan akar budaya.
Kemenangannya dalam ajang BRIT Awards 2026 menjadi pertanda bahwa industri musik global bergerak ke arah ekosistem kreatif yang lebih inklusif. Para pengamat memperkirakan akan semakin banyak kolaborasi lintas budaya, terutama antara musisi Asia dan Eropa. Menurut BRTS, generasi baru musisi Inggris kini justru menjadikan artis seperti Rosé sebagai standar kreativitas global—sebuah fenomena yang jarang terjadi sebelumnya.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement