Profil Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq Dari Pedangdut Sampai Bupati yang tersandung OTT KPK
Nama Fadia Arafiq dikenal luas di Kabupaten Pekalongan. Lahir di Jakarta, 23 Mei 1978, perempuan beragama Islam ini punya perjalanan hidup yang cukup berwarna. Dari dunia hiburan hingga kursi kepala daerah, semuanya pernah ia jalani.
Fadia yang memiliki nama lahir Laila Fathiah menikah dengan M. Ashraff Abu. Ia menjabat sebagai Bupati Pekalongan sejak 2021 dan kembali terpilih untuk periode berikutnya.
Biodata Singkat
Nama lengkap: Fadia Arafiq, S.E., M.M.
Nama lahir: Laila Fathiah
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 23 Mei 1978
Agama: Islam
Jenis Kelamin: Perempuan
Pasangan: M. Ashraff Abu
Riwayat Pendidikan
Fadia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta. Ia bersekolah di SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang (1984β1990), SMP Negeri 8 Tanah Abang (1990β1993), dan SMA Negeri 58 Ciracas (1993β1996).
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2013. Pendidikan S2 Manajemen diselesaikannya di Universitas Stikubank Semarang pada 2015. Ia juga tercatat melanjutkan studi S3 di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
Latar belakang pendidikan manajemen ini menjadi salah satu bekalnya dalam mengelola pemerintahan daerah.
Karier dari Dangdut ke Politik
Fadia adalah putri pedangdut senior Indonesia, A. Rafiq. Ia sempat mengikuti jejak sang ayah di industri musik dangdut. Namanya melejit setelah merilis lagu βCik Cik Bum Bumβ pada tahun 2000.
Namun, kariernya kemudian berbelok ke dunia politik. Ia menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011β2016. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan dan Ketua KNPI Jawa Tengah periode 2016β2021.
Pada Pilkada, ia terpilih sebagai Bupati Pekalongan periode 2021β2026 dan kembali memimpin untuk periode 2025β2030.
Program Unggulan Saat Menjabat
Selama memimpin Kabupaten Pekalongan, Fadia menggulirkan sejumlah program unggulan, di antaranya:
Dalan Alus Rejeki Mulus (pembangunan infrastruktur jalan)
Kudu Sekolah (mencegah anak putus sekolah)
Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP
Bantuan Seragam Sekolah Siswa SD-SMP
Program-program tersebut difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Tersandung OTT KPK
Perjalanan politik Fadia Arafiq tak selalu mulus. Ia sempat tersandung operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
OTT tersebut menjadi sorotan publik karena melibatkan kepala daerah aktif. Kasus ini langsung menjadi perhatian nasional dan berdampak pada dinamika pemerintahan di Kabupaten Pekalongan.
KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat daerah. Proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Perkembangan kasus tersebut terus dipantau publik dan menjadi catatan penting dalam perjalanan karier politik Fadia.
Kasus OTT ini juga kembali mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas dan transparansi pemerintahan.
Figur Publik dengan Perjalanan Panjang
Dari panggung dangdut hingga kursi Bupati Pekalongan, perjalanan Fadia Arafiq memang penuh warna. Ia dikenal sebagai selebritas yang terjun ke politik dan berhasil menduduki jabatan strategis di daerah.
Namun, kasus OTT yang menimpanya menjadi bagian penting dalam catatan kariernya. Publik kini menanti bagaimana proses hukum berjalan dan bagaimana dampaknya terhadap kepemimpinan di Kabupaten Pekalongan ke depan.
Advertisement