Nelayan Lamongan Tewas Tenggelam Saat Perbaiki Baling-Baling Perahu
Nasib nahas menimpa Imam, 42 tahun, nelayan asal Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Lamongan. Ia tewas tenggelam setelah terjatuh dari perahu yang ditumpanginya, Sabtu 17 Oktober 2026, pagi.
Kejadiannya berawal Jumat 16 Oktober 2026. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban bersama seorang anak buah perahu Dafa, 32 tahun, berangkat melaut untuk mencari ikan.
Sesampainya di perairan laut Desa Kandangsekangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, perahu yang dinakhodai korban mengalami gangguan.
"Saat itu sekitar pukul 05.00 WIB, kapal tidak bisa berjalan semestinya. Setekah dicek ternyata baling-baling perahu terlilit karung plastik," terang Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid.
Mengetahui hal itu, lanjut Hamzaid, korban berusaha memperbaikinya. Tapi nahas, sebelum pekerjaannya selesai korban terjatuhdan sempat terseret ombak. Tubuhnya timbul tenggelam.
Melihat korban terjatuh, ABK Dafa spontan berusaha menolong korban dengan terjun ke laut. Korban oun sempat tertolong. Hanya, korban sudah dalam kondisi lemas dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Saat menolong korban, Dafa sendiri juga sempat panik. Bermaksud membawa korban ke atas perahu, tetapi perahu posisinya sudah menjauh karena terbawa arus.
"Untungnya ada kapal lewat. Yaitu, KM Mutiara yang akhirnya menolong Dafa dsn korban," imbuh Hamzaid.
Oleh kru KM Kutiara keduanya langsung dibawa menuju Dermaga TPI Warulor Paciran dan diterima Ketua Rukun Nelayan Warulor, Hakim dan nelayan setempat.
Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Satpolairud Polres Lamongan.
Selanjutnya Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama anggota dan personel kapal BKO Ditpolairud Polda Jatim segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
"Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Suyudi untuk menjalani pemeriksaan luar," tutur Hmzaid.
Hasil visum menyebutkan pada tubuh korban tidai ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Keluarga korban juga menerima kenyataan inisl sebagai kecelakaan
Advertisement