Marsinah Jadi Pahlawan Nasional, Harumkan Nganjuk dan Gerakan Buruh Indonesia
Istana Negara jadi saksi saat prosesi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional berlangsung, Senin 10 November 2025 pagi. Salah satu tokoh yang mendapat penghargaan tertinggi dari negara adalah Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk, Jawa Timur, yang dikenal gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di era Orde Baru.
Wijiati dan Marsini, dua saudara Marsinah, tak kuasa menahan tangis saat menerima langsung tanda penghargaan sebagai ahli waris. Keduanya hadir mewakili keluarga dalam momen bersejarah yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. βSaya mohon mulai sekarang, teman-teman tetaplah berjuang,β ucap Marsini penuh haru usai prosesi di Istana Negara.
Momen mengharukan terjadi saat Wijiati mencium foto sang kakak sesaat setelah menerima penghargaan dari Presiden. Air mata tak terbendung, mengenang perjuangan panjang Marsinah yang berujung pada kematian tragis, namun kini mendapat pengakuan negara.
Marsinah dikenal sebagai aktivis dan buruh pabrik arloji di Sidoarjo pada masa Orde Baru. Ia aktif memperjuangkan keadilan dan hak-hak rekan sekerjanya. Pada awal Mei 1993, ia memimpin aksi protes menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap rekan-rekan buruhnya.
Namun keberaniannya harus dibayar mahal. Marsinah diculik dan ditemukan tewas pada 8 Mei 1993 di sebuah hutan, dengan tanda-tanda penyiksaan berat. Kasus pembunuhan ini kemudian menjadi perhatian dunia internasional dan tercatat dalam Organisasi Buruh Internasional (ILO) sebagai kasus 1773 β simbol perjuangan buruh melawan ketidakadilan.
Kini, 32 tahun setelah kematiannya, perjuangan Marsinah akhirnya diakui secara resmi oleh negara. Penetapan gelar Pahlawan Nasional ini menjadi bukti bahwa semangat dan pengorbanannya tidak sia-sia.
Marsinah Harumkan Nama Nganjuk
Marsinah dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Makamnya mudah dijangkau dari Jalan Raya JombangβNganjuk, sekitar 650 meter ke arah utara, berada di tengah sawah dengan pagar besi dan atap pelindung.
Kakaknya, Marsini, mengenang masa kecil Marsinah yang penuh perjuangan. βMarsinah yang dulu masih kecil untuk sampai SMP saja berat sekali,β tuturnya.
Sejak kecil, Marsinah sudah hidup mandiri, berpindah-pindah tinggal bersama kerabat karena telah kehilangan kedua orang tua. Ia menempuh perjalanan jauh setiap hari dengan sepeda onthel merah demi menyelesaikan sekolah hingga SMA.
Kini, perjuangan dan idealismenya membuat nama Marsinah abadi, tidak hanya sebagai kebanggaan warga Nganjuk, tetapi juga sebagai simbol perjuangan buruh perempuan Indonesia.
Tokoh Lain yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025
Selain Marsinah, pemerintah juga menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada delapan tokoh lainnya, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan eks Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja.
Advertisement