Erupsi Gunung Semeru 5 Desember: Kolom Letusan Membumbung 1 Km
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat 5 Desember 2025 pukul 07.33 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Data dari magma.esdm menyebutkan, kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 160 detik.
Kondisi Visual dan Cuaca
Gunung Semeru dilaporkan terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Cuaca pada saat kejadian cerah dengan angin lemah bertiup ke arah utara dan timur laut.
Aktivitas Kegempaan Semeru
PVMBG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intens sebelum dan sesudah erupsi, antara lain:
35 kali gempa letusan/erupsi (amplitudo 11–22 mm, durasi 77–148 detik)
7 kali gempa guguran (amplitudo 4–6 mm, durasi 28–70 detik)
1 kali gempa hembusan (amplitudo 5 mm, durasi 30 detik)
2 kali gempa harmonik (amplitudo 6–13 mm, durasi 112–125 detik)
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi.
Rekomendasi Resmi PVMBG
Masyarakat di sekitar Semeru diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan berikut:
Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Semeru, karena berbahaya akibat lontaran batu pijar.
Tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di seluruh aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Warga juga diminta mengantisipasi potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan tidak terpancing kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Gunung Semeru diketahui masih berada pada status Level III (Siaga) sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.
Advertisement