Aktivitas Semeru 1–2 Desember 2025 Meningkat: Jarak Luncur Erupsi Capai 2.000 Meter
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1–2 Desember 2025 mengalami peningkatan signifikan. Pada Selasa 2 Desember 2025 pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi dengan jarak luncur guguran sekitar 2.000 meter. Petugas gabungan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan tidak ada aktivitas warga di dalam radius kawasan bahaya.
Sebelumnya, pada Senin 1 Desember 2025 pukul 07.58 WIB, Semeru tercatat mengalami erupsi. Tinggi kolom abu tidak teramati, namun aktivitas tersebut terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 1 menit 57 detik.
Kondisi Visual dan Cuaca Gunung Semeru
Pengamatan visual magma.esdm menunjukkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut level 0–I. Asap kawah utama terpantau berwarna putih, berintensitas tipis, dengan ketinggian sekitar 500 meter dari puncak.
Cuaca umumnya cerah hingga berawan, dengan angin lemah bertiup ke arah timur laut dan suhu udara di kisaran 20–21°C.
Data Seismik 1–2 Desember 2025
Selama periode pemantauan, tercatat aktivitas kegempaan sebagai berikut:
46 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 66–194 detik
5 kali gempa guguran dengan amplitudo 4–8 mm dan durasi 44–126 detik
1 kali gempa vulkanik dalam (VA) dengan amplitudo 15 mm, S-P 2,7 detik, dan durasi 30 detik
Peningkatan ini menunjukkan adanya suplai energi dari dalam tubuh gunung yang masih berlanjut.
Rekomendasi Resmi: Warga Diminta Tetap Waspada
Berdasarkan aktivitas terbaru, pengamatan lapangan, dan potensi bahaya, pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas pada radius 500 meter dari sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama:
Besuk Kobokan
Besuk Bang
Besuk Kembar
Besuk Sat
serta sungai-sungai kecil lainnya yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Situasi Masih Fluktuatif, Pemantauan Diperketat
Dengan jarak luncur guguran mencapai 2.000 meter pada Selasa pagi dan intensitas gempa erupsi yang masih tinggi, status aktivitas Gunung Semeru pada awal Desember 2025 tetap perlu diwaspadai. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan 24 jam untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lereng.
Advertisement