Berawal dari Koleksi Uang Logam Kuno, Anthony Kemudian Mendirikan Pabrik Cat Tesla
Di tangan Anthony Sukanto, owner pabrik cat akrilik Tesla Paints, seni bukan sekadar hobi, melainkan lintasan panjang yang membentang dari logam kuno koin hingga pigmen cat modern.
Semuanya berawal dari minatnya pada desain seni rupa sejak usia belianya di Medan, Sumatera Utara.Β
Ketertarikan Anthony pada desain seni itu pelan-pelan menuntunnya memasuki lorong sunyi sebagai kolektor uang kuno (numismatik).
Di sana ia meraba sejarah lewat tekstur timbul pada uang koin, garis halus ukiran, hingga komposisi visual pada uang kertas berusia puluhan bahkan ratusan tahun.
Setiap lembar dan keping logam yang disimpannya, bukan semata demi nilai jual, tetapi demi kisah yang terpatri pada warna pudar dan guratan engraver di zaman lampau.
"Apalagi ketika saya bertemu dengan Mas Mujirun - pelukis sekaligus engraver yang terlibat dalam desain uang Republik Indonesia - saya semakin kenal lebih dalam," kata Anthony yang kelahiran Medan, 33 tahun silam.
Anthony yang juga ayah dari tiga anak itu mengaku bila melihat desain uang kuno merasakan resonansi yang kuat antara kecermatan teknis dan disiplin artistik yang dicipta seniman uang.
"Dari sanalah saya belajar pada detail, sejarah, dan goresan lukisan" katanya saat berbincang di ruang pamer Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda, Surabaya.
Anthony memaparkan ceritanya ketika SMA di Medan, ia sudah akrab dengan buku-buku desain seni rupa yang kerap dibelikan sang ayah.
Namun arah akademiknya kemudian berbelok ke Ilmu Komunikasi Pemasaran Digital Strategis di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, angkatan tahun 2010.
Meski demikian, garis desain tetap menjadi lapisan paling pekat dalam ingatannya tentang dunia seni.
Perlahan, harta karun bernama numismatik itu membuka pintu lain yakni dunia seni lukis. Dunia yang bukan hanya bicara tentang visual, tapi juga ritme cahaya, lapisan warna, emosi, dan gestur.
Di titik ini, Anthony mulai resah pada keterbatasan warna akrilik yang tersedia di pasaran. Pergaulannya dengan pelukis dan para pemilik galeri membuatnya semakin peka terhadap ragam kebutuhan teknis seniman yakni densitas pigmen, opasitas, karakter curing, hingga vibrasi warna di bawah cahaya ruang pamer.
Lantas, ia membentuk laboratorium kecil impiannya. Para ahli cat ia undang berdiskusi, menguji formula, menakar resin, memadukan pigmen, mencari karakter cat yang tak hanya hidup tetapi juga loyal pada sentuhan kuas.
Dari rangkaian eksperimen itu, lahirlah langkah besar yakni mendirikan pabrik cat Tesla Paints di Semarang pada 2017, sebuah upaya merumuskan masa depan warna bagi seniman Indonesia.
Kini, Anthony bukan hanya dikenal sebagai pemilik pabrik cat akrilik Tesla Paints. Ia juga kolektor lukisan dan numismatik, penghubung dua dunia yang sekilas tampak berbeda namun sesungguhnya saling berkaitan.
Dunia yang satu mengabadikan sejarah dalam logam dan serat kertas, dunia yang lain menyalakan imajinasi lewat kanvas dan cahaya.
Koleksinya menjadi cermin perjalanan estetisnya yang bermula dari benda-benda bersejarah yang dingin namun bercerita, menuju ledakan warna yang hangat dan hidup.
Perjalanan Anthony Sukanto menunjukkan bahwa hobi dan profesi bukan dua jalur terpisah. Di tangan yang tekun, keduanya bisa saling mengisi, saling menyalakan. Dan pada akhirnya, kecintaan mendalam terhadap detail dapat tumbuh menjadi apresiasi luas terhadap seni, baik yang terukir pada koin kuno maupun yang tergores di atas kanvas.*
Advertisement