Tolak Kenaikan Pajak 300 Persen, Massa Bentrok dengan Aparat di Bone
Kerucihuan pecah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, saat ratusan mahasiswa dan warga menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Bentrokan terjadi antara massa dengan aparat kepolisian pada Selasa 19 Agustus 2025 malam.
Aksi demonstrasi yang digerakkan oleh Aliansi Masyarakat Bone Bersatu dimulai sejak pukul 14.00 WITA di depan Kantor Bupati Bone. Massa menuntut klarifikasi soal isu kenaikan PBB-P2 hingga 300 persen.
Namun, ketegangan meningkat sejak pukul 17.00 WITA lantaran Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati tidak hadir menemui para pengunjuk rasa.
"Kami menyampaikan aspirasi. Tapi bupati dan wakil bupati tidak mau menemui rakyatnya. Di mana tanggung jawab mereka sebagai pemimpin?" kata Koordinator Aksi, Rafli Fasyah.
Situasi semakin memanas saat aparat kepolisian menembakkan gas air mata sekitar pukul 18.30 WITA untuk membubarkan massa. Bukannya mundur, massa justru melawan dengan melemparkan botol air mineral dan batu.
Bentrokan fisik pun terjadi ketika massa memaksa masuk ke halaman Kantor Bupati Bone dengan menjebol kawat berduri dan merobohkan pagar. Aparat gabungan TNI-Polri bersama Satpol PP membentuk barikade dengan tameng untuk menahan amukan massa.
Dalam insiden ini, sejumlah massa aksi, polisi, dan anggota Satpol PP mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Hingga pukul 22.20 WITA, bentrokan meluas ke gang-gang kecil dan jalan alternatif di sekitar kantor bupati. Kondisi masih belum kondusif.
Menanggapi isu kenaikan PBB-P2 hingga 300 persen, Kepala Dinas Kominfo Bone, Anwar, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. "Kenaikan PBB-P2 di Bone itu tidak mencapai 300 persen, itu hoaks. Kenaikannya hanya 65 persen," ujarnya.
Aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat di sekitar Kantor Bupati Bone untuk mencegah bentrokan susulan hingga Rabu 20 Agustus 2025 dinihari.
Advertisement