Timur Tengah Memanas, Iran Serang Balik Serang Israel Dan Pangkalan AS Dengan Rudal Balistik
Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyerang Iran dengan dukungan militer penuh Israel. Berdasarkan laporan terbaru, kekuatan udara Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah kini telah bergabung dengan Angkatan Udara Israel untuk melakukan serangan terkoordinasi.
Pesawat tempur jarak jauh dan rudal presisi milik AS dilaporkan telah menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis milik IRGC di daratan Iran. Langkah ini diambil Washington sebagai bentuk komitmen "besi" untuk membela keamanan Israel dari ancaman eksternal.
Sejumlah ledakan besar dilaporkan terdengar di beberapa kota utama Iran, termasuk pinggiran Teheran. Operasi gabungan antara AS dan Israel ini menandai keterlibatan langsung Pentagon dalam konflik terbuka melawan Iran, yang dikhawatirkan akan memicu perang regional berskala besar di seluruh kawasan Timur Tengah.
Menhan Iran Dikabarkan Tewas
Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026. Selain Menhan Hatami, komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga diyakini tewas dalam serangan Israel. Meski demikian belum ada konfirmasi resmi mengenai kematian dua pejabat Iran tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah memulai serangan besar-besaran ke wilayah Israel. Serangan ini melibatkan gelombang pertama rudal balistik dan pesawat tak berawak (drone).
Hingga kini Iran masih terus melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Times of Israel, Minggu, 1 Maret 2026, IRGC mengonfirmasi bahwa operasi militer ini merupakan balasan langsung atas tindakan agresif yang dilakukan oleh pihak yang mereka sebut sebagai "musuh kriminal".
"Serangan gelombang pertama rudal dan drone ekstensif ini dilakukan sebagai respons atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran," tulis pernyataan IRGC,
Sejumlah rudal balistik telah meluncur dari wilayah Iran menuju target-target di Israel. Sirine tanda bahaya terus berbunyi di seluruh wilayah Israel, mulai dari bagian utara hingga selatan.
Otoritas medis Israel menyatakan, sejauh ini belum ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa akibat serangan langsung tersebut. Meski demikian, militer Israel (IDF) telah meminta warga untuk tetap berada di dekat ruang perlindungan bom seiring dengan upaya sistem pertahanan udara Iron Dome menghalau proyektil yang masuk.
Iran Terus Berjuang Untuk Membela Tanah Air
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan, pihaknya akan terus meluncurkan serangan untuk membela tanah air dan menghadapi agresi musuh.
"Sekarang rakyat Iran bangga karena telah melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah perang. Sekarang saatnya untuk membela tanah air dan menghadapi agresi militer musuh," demikian pernyataan Kemlu Iran.
"Sebagaimana kami siap untuk bernegosiasi, kami lebih siap dari sebelumnya untuk membela diri. Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas," lanjut pernyataan.
Selain menyerang balik ke Islan, Iran juga merudal pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah
Menurut laporan AFP, ledakan masih terus berlanjut di pangkalan AS di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi. Negara negara tersebut terdapat serangan AS dan Israel tersebut. Terlhat asap hitam membumbuung tinggi di Barain.
Respon Kedubes Iran Di Jakarta
Duta Besar Iran di Jakarta, Mohammad Boroujerdi. menegaskan, serangan AS dan Israel telah melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Iran menilai, serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang nyata terhadap Iran.
βMenanggapi agresi tersebut merupakan hak yang sah dan legitim Republik Islam Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,β terang Dubes Iran.
βAngkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional. Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat," ujarnya.
Iran menegaskan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan dalam menghadapi pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional akibat agresi terang-terangan Israel-AS.
βRepublik Islam Iran meminta Ketua dan para Anggota Dewan Keamanan untuk segera mengambil langkah dalam hal ini,β tegas Kedubes Iran.
Mereka mengecam tindakan agresif dan kriminal yang dilakukan oleh Israel dan AS terhadap integritas teritorial Iran. Kedubes Iran juga memandang bahwa tindakan Israel dan AS sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.
βKedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia berharap agar pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan akademisi, serta insan media untuk secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran,β katanya.
Advertisement