Skema Tiba Bongkar Berangkat Berhasil Urai Kemacetan di Gilimanuk, Namun Picu Kemacetan Di Ketapang
Kemacetan terjadi di Pelabuhan Gilimanuk selama beberapa hari terakhir. Kemacetan terjadi karena momen mudik Lebaran yang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. Di mana, dalam rangka menghormati perayaan Nyepi, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ditutup mulai 18 hingga 20 Maret 2026.
Untuk mengurai kemacetan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pihak berwenang di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menerapkan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga di Pelabuhan Ketapang.Β
Penerapan kebijakan skema TBB ini secara berangsur mengurangi kemacetan di Gilimanuk yang sempat mencapai lebih dari 30 km. Pantauan melalu google maps pada Selasa siang, saat ini antrean kendaraan menyisakan 9,3 km saja.Β
Dalam keterangan tertulis pada Senin, 16 Maret 2026, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, mengatakan berbagai langkah percepatan operasional terus dilakukan di guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.Β
"Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai,β katanya.Β
Dari sisi operasional penyeberangan, menurut Heru Widodo, ASDP menerapkan pola operasi sangat padat dengan mengoperasikan 35 unit kapal di lintasan KetapangβGilimanuk. Selain itu, skema TBB masih diterapkan di dermaga MB1, MB4, dan LCM.
"Sehingga kapal yang tiba dapat langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan," katanya.
Kondisi sebaliknya terjadi di Pelabuhan Ketapang. Kebijakan TBB justru menimbulkan kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Sejumlah pengguna jasa penyeberangan yang akan menyeberang ke Bali harus menunggu lebih dari enam jam untuk naik ke kapal penyeberangan.
Mika, 40 tahun, warga Surabaya, mengatakan, sudah sekitar 6 jam berada di Pelabuhan namun belum bisa mendapatkan giliran menyeberang. Pria yang akan pulang ke rumah keluarganya di wilayah Seminyak, Bali ini, sudah sering bolak balik melakukan perjalanan dari Surabaya ke Bali. Namun dia mengaku baru kali ini ada kemacetan saat mudik Lebaran ataupun Hari Raya Nyepi.
"Bertahun-tahun tidak pernah terjadi, baru kali ini musim mudik Lebaran atau Nyepi terjadi kemacetan di Ketapang, biasanya yang macet di Gilimanuk mau ke Ketapang," katanya.
Dia sempat mendapatkan penjelasan dari security Pelabuhan terkait kemacetan yang terjadi. Penyebabnya adalah penerapan skema TBB. Sehingga kapal yang bongkar di Ketapang langsung berangkat tanpa memuat kendaraan di Ketapang.
"Tadi saya dapat penjelasan seperti itu," katanya.
Tidak hanya itu, akibat tak kunjung bisa menyeberang, puluhan sopir barang di Pelabuhan Ketapang melakukan protes, Selasa pagi. Mereka tidak mendpaatkan kepastian menyeberang selama sekitar lima jam. Setelah melakukan protes akhirnyaΒ mereka bisa menyeberang dari Dermaga Bulusan.Β
Para sopir truk yang jumlahnya itu rata-rata telah tiba di Dermaga Bulusan, Ketapang, Banyuwangi sejak pukul 03.00 WIB. membuat mereka protes kepada sekuriti dan petugas ASDP di dermaga tersebut.
"Kami tidak dilayani. Tapi travel dan bus di dermaga lain boleh menyeberang. Kan tidak adil," kata Nyoman, salah satu sopir truk diesel.Β
Kepada para petugas pelabuhan, mereka meminta agar bisa secepatnya bisa menyeberang. Kebanyakan dari para sopir truk adalah warga Bali yang ingin menyebrang untuk pulang. Mereka ingin merayakan Hari Nyepi di Bali.
"Semua merayakan hari raya. Yang muslim mau pulang mudik. Saya yang Hindu juga mau merayakan Nyepi di rumah," terangnya.
Gapasdap Tidak Diajak Bicara Terkait Penerapan TBB
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi, Nurjatim, mengatakan, penerapan TBB merupakan hasil rapat di Pelabuhan Ketapang pada Sabtu, 14 Maret 2026, malam. Skema TBB mulai dilakukan pada Minggu, 15 Maret 2026.Β Β
"Kami tidak dilibatkan dalam rapat," jelasnya.Β
Beberapa jam setelah penerapan TBB, sempat terjadi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang. Ujung antrean berada di kawasan Pertamina. Di saat yang sama di sisi Gilimanuk juga terjadi kemacetan kendaraan yang cukup panjang.
Untuk mengurai kemacetan tersebut, jumlah kapal yang beroperasi di lintas Ketapang-Gilimanuk menjadi 35 kapal. Sebagian besar dari kapal tersebut harus menerapkan skema TBB di Pelabuhan Ketapang. Baik yang sandar di dermaga LCM maupun dermaga MB.Β
"Harusnya TBB cukup di dermaga Bulusan, ini dermaga MB ikut TBB, akhirnya sisi Ketapang macet juga," tegasnya.
Advertisement