Saat Novel Baswedan Blak-Blakan
Jakarta: Dalam sebuah wawancara, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan ada oknum Polri yang menerima suap untuk meneror dia dan para pegawai KPK lainnya.Β
Lantas siapa oknum polisi yang dimaksud?
Pernyataan ini dilontarkan Novel menyusul pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait penanganan kasus teror air keras terhadap dirinya.
Kerja sama yang ditawarkan Tito kepada KPK untuk mengusut kasus tersebut diduga dilakukan lantaran Kapolri sudah menerima laporan terkait dengan adanya oknum Polri yang menerima suap untuk meneror dia dan para pegawai KPK lainnya.
"Tentang rencana kerja sama dengan KPK, saya menduga Kapolri sudah dapat laporan atau bukti bahwa ada oknum Polri yang terima suap untuk melakukan teror terhadap saya dan orang-orang KPK lainnya," kata Novel elasa (1/8).
Dugaan ini muncul karena menurut Novel, Polri sempat menolak tawaran bantuan KPK dalam penanganan kasus teror terhadap dirinya. Namun kini justru Polri yang membuka kerja sama.
"Oleh karena itu, perlu kerja sama dengan KPK karena terkait KPK. Sebab, awal-awal investigasi pernah KPK akan membantu tetapi ditolak karena bukan tupoksi KPK," ucap Novel.
Novel merupakan penyidik KPK yang juga mantan anggota kepolisian. Sebelumnya, dia juga telah mendapatkan informasi mengenai teror untuknya ini dari rekannya di Densus 88 Antiteror. Tak hanya itu, Novel pun menduga ada kasus korupsi di balik teror air keras yang menimpanya.
Polri pun telah menanggapi dugaan yang dilontarkan oleh Novel. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan pihaknya akan menyelidiki setiap informasi untuk mengungkap kasus teror ke Novel.
"Informasi apa pun yang datang untuk memudahkan pengungkapan kasus Novel tetap akan diselidiki atau didalami, mudah-mudahan bisa ditemukan fakta dan bukti yang mendukung," ujar Rikwanto saat dihubungi, Selasa (1/8).
Hingga saat ini belum diketahui siapa oknum Polri yang diduga menerima suap dalam kasus teror Novel. Hal yang sama juga termasuk soal kasus korupsi yang disebut terkait dengan kasus teror ini.
KPK pun menunggu kesempatan bertemu dengan Polri untuk mengetahui perkembangan kasus teror terhadap Novel. Novel sempat menyebut Kapolri akan diuntungkan bila dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus teror terhadap dirinya. (kuy)
Advertisement