Polisi Berhasil Tangkap Seluruh Pelaku Pembacokan 3 Warga di Banyuwangi, Tersangka Berjumlah 4 Orang
Seluruh pelaku pembacokan warga di Banyuwangi berhasil dibekuk Tim Resmob Polresta Banyuwangi. Jika awalnya, pelaku diduga berjumlah tiga orang, belakangan diketahui pelaku berjumlah empat orang. Satu sebagai otaknya dan tiga lainnya sebagai eksekutor pelaku penganiayaan.
Para pelaku masing-masing FPC, 35 tahun warga Desa Tapan Rejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi , M, 25 tahun juga warga Muncar. Dua pelaku yang ditangkap belakangan adalah BS, 51 tahun, dan AZ36 tahun. Keduanya sama-sama warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan, Tersangka M ditangkap oleh warga dan anggota Polsek Giri di lokasi kejadian. Beberapa jam kemudian, otak dari kejadian yakni FPC berhasil diamankan.
“FPC ini sebagai otak pelaku yang menyuruh lakukan. Kemudian dilakukan pengembangan sampai dinihari dan berhasil ditangkap dua pelaku lainnya di wilayah Muncar sekitar pukul 05.00 WIB pagi,” jelasnya, Senin, 10 Maret 2025.
Keempat tersangka kemudian dilakukan pemeriksaan maraton secara intensif.
Senjata dua unit karambit yang ditemukan Polisi dibeli oleh FPC secara online di platform belanja online. Kemudian pisau kecil berbentuk lengkung itu diberikan kepada M yang belakangan diketahui masih kerabat FPC.
“Jadi FPC ini yang membeli (karambit) melalui online kemudian diberikan kepada tersangka utama MF. Dan dijanjikan uang 2 juta rupiah apabila sudah melukai korban,” tegasnya.
Ditegaskannya, sasaran dari para pelaku ini sebenarnya hanya satu yakni korban Dinar Mislani. Sebab FPC merasa sakit hati pada korban. FPC menduga korban mengganggu istrinya. Namun dua warga lain yakni Hari Susilo dan Iyono yang mencoba melerai turut menjadi korban.
“Terhadap keempatnya kita konstruksikan pasal 170 ayat (2), secara bersama-sama melakukan pengeroyokan sehingga mengakibatkn korban luka berat, salah satunya kita kenakan pasal 55, 56 yaitu menyuruh lakukan karena sebagai otak pelaku,” tegasnya.
Mengenenai kondisi tiga korban pembacokan, Rama - sapaan Kapolresta, dua orang yakni Hari Susilo dan Iyono sudah mulai membaik. Keduanya kini dirawat di ruang rawat Inap RSUD Blambangan. Sedangka Dinar Mislani masih dalam keadaan kritis.
“Satu masih kritis, ada luka di belakang kepala,” pungkasnya.
Advertisement