Perkuat Ketahanan Pangan, PLN Nusantara Power Sinergi dengan Batalyon Infanteri 932/Sunan Bonang
Kolaborasi dan sinergi lintas sektor terus dilakukan PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Tanjung Awar-awar. Kali ini, PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Tanjung Awar-awar mendampingi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 932/Sunan Bonang guna mempelajari program CSR unggulan Si Pandu dan Desi.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung percepatan pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan menyampaikan, kolaborasi ini menjadi wujud sinergi lintas sektor antara perusahaan dan aparat teritorial dalam memperkuat program pembangunan berbasis masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban.
Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas personel dalam mendukung program pembangunan, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Tentunya implementasi ini dilakukan melalui kegiatan pembelajaran langsung pada program CSR unggulan PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar yaitu Si Pandu dan Desi, yang mengembangkan konsep agrikultur terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat.
"Melalui program ini, personel Batalyon mendapatkan pengalaman praktik terkait pengelolaan pertanian, peternakan, hingga pengolahan limbah yang terintegrasi," ujar Yunan Kurniawan dalam releasenya, Minggu 10 Mei 2026.
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berdampak nyata.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas personel Batalyon dalam mendukung program pemerintah. Tentu sekaligus meningkatkan efektivitas implementasi di lapangan.
Di sisi lain melalui kerja sama ini, PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar bersama Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 932/Sunan Bonang optimistis dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
"Kegiatan ini juga bisa dikatakan memperkuat kolaborasi antara perusahaan, aparat dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berdaya guna," bebernya.
Advertisement