Perbaikan Perlintasan KA di Pantura Probolinggo Picu Macet Panjang
Proyek perbaikan perlintasan kereta api (JPL 166) di Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo memicu kemacetan panjang, Selasa, 16 Desember 2025. Perbaikan ulang di jalur perlintasan sebidang rel KA dengan badan jalan nasional ProbolinggoβPasuruan itu diperkirakan selesai Kamis, 18 Desember 2025, mendatang.
Manager Hukum dan Humas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan, sebelumnya perbaikan perlintasan KA itu sudah selesai dikerjakan pada 6 Desember 2025 lalu.
βNamun, saat dalam masa pemeliharaan pada tanggal 10 Desember 2025 terdapat perbedaan tinggi geometri. Karena itulah, kami melakukan perbaikan ulang, dan pemadatan agar tidak menimbulkan risiko keselamatan perjalanan kereta api," terang Cahyo, Selasa, 16 Desember 2025.
Jika dibiarkan tanpa perbaikan ulang, kata Cahyo, KA yang melintasi jalur ini berisiko anjlok. Agar konstruksi benar-benar padat diperlukan waktu hingga 18 Desember 2025.
βKarena itu, kami memohon maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan ini,β ujarnya.
Kemacetan panjang mewarnai arus lalu lintas di tapal batas Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Pasuruan. Bahkan pada Selasa pagi hingga siang hari, kemacetan mengular antara 5-10 kilometer (km).
βSaya hampir setiap hari melintasi jalur yang macet panjang ini. Perlu sekitar satu jam hanya untuk melintasi jalur tersebut,β ujar Sofi, warga Grati, Kabupaten Pasuruan.
Seperti diketahui, PT. KAI memperbaiki perlintasan sebidang Nomor 166 di Desa Curahtulis. Perbaikan perlintasan KA yang dimulai Sabtu, 29 November 2024 hingga Jumat, 5 Desember 2025 dilakukan malam hari, ketika kondisi lalu lintas relatif sepi.
Ternyata usai diperbaiki, ketinggian perlintasan KA itu tak simetris sehingga perlu dipebaiki ulang. Selasa malam ini diperkirakan pengerjaan sudah memasuki penyelesaian akhir (finishing) berupa pelapisan aspal.
Berdasarkan pengamatan rel KA di JPL 166 itu memotong badan jalan menyerong, tidak semetris (lurus). Sehingga bidang yang berpotongan relatif panjang. Selama ini sejumlah pengguna jalan yang kurang waspada, tergelincir ketika melintasi rel KA tersebut.
βHarus hati-hati sebab posisi rel menyerong di atas aspal, ban sepeda motor rawan terlepeset,β ujar Hasan, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Advertisement