Penumpang Meningkat, Stasiun Tanggulangin Sidoarjo Dinilai Perlu Revitalisasi
Lonjakan penumpang di Stasiun Kereta Api Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, terus meningkat. Terutama selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2026. Stasiun yang selama ini tergolong kecil dan minim perhatian itu dinilai perlu segera direvitalisasi menyusul peningkatan signifikan jumlah pengguna jasa.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan, Stasiun Tanggulangin memiliki nilai strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, stasiun tersebut telah berperan penting sejak masa kolonial Belanda.
βStasiun Tanggulangin pada era Belanda merupakan stasiun yang vital. Momentum Nataru ini menjadi pengingat bahwa stasiun-stasiun kecil seperti ini juga harus mendapatkan perhatian serius,β ujar BHS saat meninjau lokasi, Selasa, 30 Desember 2025.
Dalam peninjauan tersebut, BHS menemukan kondisi kepadatan penumpang yang telah melampaui kapasitas ruang tunggu dan alur pelayanan stasiun. Menurutnya, situasi ini menjadi sinyal kuat perlunya pengembangan infrastruktur untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang.
βJumlah penumpang sudah melampaui daya tampung stasiun. Perlu ada perluasan fasilitas. Apalagi lahan di sekitar stasiun masih cukup luas dan sangat memungkinkan untuk pengembangan,β tegasnya.
BHS menilai peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi kereta api merupakan tren jangka panjang. Secara nasional, ia memperkirakan jumlah pengguna moda transportasi rel akan terus meningkat dan berpotensi tumbuh lebih dari 10 persen.
βKereta api ke depan bukan lagi sekadar pilihan alternatif, tetapi akan menjadi moda transportasi utama masyarakat,β katanya.
Selain pengembangan fisik stasiun, dia juga menekankan pentingnya integrasi antar moda transportasi. Ia mendorong adanya sinkronisasi jadwal dan informasi antara kereta api dengan layanan transportasi lain seperti Trans Jawa, Trans Jatim, serta angkutan umum lokal.
βIntegrasi antarmoda sangat penting. Jika jadwal kereta terhubung dengan moda lain, maka pelayanan akan semakin efektif dan jumlah pengguna transportasi publik juga akan meningkat,β jelasnya.
Di sisi lain, dia memberikan apresiasi atas transformasi layanan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan KAI berdampak positif terhadap kepercayaan masyarakat.
βSaya mengapresiasi kinerja KAI. Banyak kemajuan yang sudah dicapai dan ini sangat dirasakan oleh masyarakat sebagai pengguna jasa,β ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PT KAI Daop IV, Daniel Johannes Hutabarat, memastikan lonjakan penumpang selama masa Posko Nataru masih dapat dikendalikan dengan baik hingga akhir periode posko pada 4 Januari 2026.
βMemasuki hari ke-12 Posko Nataru, seluruh layanan berjalan lancar. Selama periode ini terjadi kenaikan penumpang sekitar 8 persen, dan kami terus mengantisipasi agar operasional tetap aman dan tertib hingga posko berakhir,β jelasnya.
Advertisement