Pengemis dan si Kikir
Hari makin cerah. Seorang pengemis berdiri di muka pintu rumah orang yang terkenal kikir.
βAda perlu apa?β tanya si kikir.
βTolong, barangkali ada roti atau nasi,β jawab pengemis.
βNggak punya,β sahut si kikir.
βAtau makanan apa saja, Pak,β kata pengemis.
βJuga nggak ada,β jawab si kikir.
βBaiklah, saya minta air saja.β
βAir juga nggak punya, mengerti!β bentak si kikir.
βLalu apa perlunya bapak tinggal di rumah sebaik ini. βKan lebih baik ikut saya, Pak!β kata pengemis.
βIkut ke mana?β tanya si kikir heran.
βTentu saja ikut mengemis. Daripada bapak sudah enggak punya apa-apa, bahkan air saja tidak punya,β
kata pengemis sambil terus pergi.
βSialan,β gumam si kikir.
Itulah selingan dakwah yang disampaikan KH Bisri Mustofa, dalam kitabnya Kasykul, Kumpulan Cerita Lucu.(adi)
Advertisement