Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, 16.326 Petugas Gabungan Dikerahkan
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur memulai Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026. Kegiatan ini untuk keamanan selama masa mudik lebaran.
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 16.326 personel gabungan. Terdiri 9.609 personel polisi, 1.313 personel TNI dan 5.404 personel dari instansi terkait.
Selama operasi mendirikan 238 pos. Terdiri 172 pos pengamanan, 45 pos pelayanan dan 21 pos terpadu untuk mengamankan 20.097 titik fokus pengamanan.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, pada momen lebaran ini ada beberapa kerawanan yang sudah dipetakan. Antara lain isu terorisme, sweeping, ormas, kenaikan harga atau kelangkaan sembako, hingga kelangkaan BBM.
Kemudian kegiatan konvensional, konflik di THR, balap liar, narkoba, petasan, laka kereta api hingga bencana hidrometriologi juga menjadi fokus.
“Kita siap untuk mengamankan semua kegiatan masyarakat menjelang sampai hingga nanti selesainya kegiatan yaitu arus balik,” ujar Nanang.
Selain itu, petugas gabungan juga fokus mengamankan dua agenda sekaligus yakni momen mudik lebaran dan juga Hari Raya Nyepi yang diperingati 19 Maret 2026.
Pada momen tersebut, diprediksi akan terjadi kepadatan lalu lintas yang menuju ke Bali khususnya di Pelabuhan Ketapang karena akan ada penutupan Pelabuhan Gilimanuk saat Nyepi. Untuk itu, upaya antisipasi kepadatan telah disiapkan dengan menyiapkan kantong-kantong parkir.
“Kita siapkan kantong-kantong parkir dan tempat-tempat peristirahatan sambil menunggu waktu untuk proses selesainya kegiatan yang ada di Bali,” tuturnya.
Nanang berharap, pada momen angkutan lebaran ini masyarakat dapat menjaga kemanan lingkungan maupun dalam berlalu lintas. Sehingga, dapat tercipta suasana aman dan nyaman.
Advertisement