Musnahkan 9,3 Kg Sabu, Polda Jatim Sebut Mayoritas Jaringan Internasional
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur mengungkap 5.924 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 7.617 orang sepanjang tahun 2025. Narkoba jenis sabu-sabu masih menjadi barang bukti yang paling banyak diamankan. Angka pengungkapan ini mengalami kenaikan 6,49 persen dan jumlah tersangka naik 9,14 persen. dari tahun sebelumnya.
Dari data yang ada, barang bukti sabu-sabu yang diamankan mencapai 292 kg, kemudian ganja 103 kg, 960 tanaman ganja, 60.000.989 butir ekstasi dan 234,99 gram, tembakau gorila seberat 479,5 gram, kokain 4,70 gram, obat-obatan keras berbahaya sebanyak 8.610.473 butir.
βHari ini kita kembali melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan dari 24 kasus dengan 40 orang tersangka. Di mana 22 kasus di antaranya merupakan barang bukti perkara yang sudah dilakukan restoratif justice. Narkoba jenis sabu sebanyak 9,3 kg, sedangkan jenis ekstasi sebanyak 3 butir,β kata Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol. Robert Dacosta, usai kegiatan pemusnahan barang bukti di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis, 18 Desember 2025.
Menariknya, dalam pengungkapan ini Polresta Sidoarjo berhasil menggagalkan pengiriman paket sabu-sabu seberat 7,8 kg dengan nilai Rp9 miliar. Di mana, sabu-sabu ini dibawa oleh dua perempuan berinisial WL dan ASR yang terkait dengan jaringan narkoba asal Malaysia.
βDia sebagai kurir (modusnya) dititipkan lalu diambil lewat kereta api Surabaya-Jakarta,β ungkapnya.
Β Ia pun mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman apakah terkait dengan jaringan Dewi Astuti buron kasus narkoba asal Ponorogo.
βMasih kami dalami proses tindak pidana pencucian uangnya,β ujarnya.
Perwira menengah kepolisian itu mengatakan, untuk kasus narkoba di Jatim masih didominasi oleh jaringan internasional. Baik dari Timur Tengah, Myanmar, China, Thailand, dan Malaysia. Dengan modus pengiriman yang kian beragam baik melalui jalur laut, udara, dan darat.
βDari berbagai modus yang dilakukan sebagian besar masuknya lewat Sumatera, ada yang lewat Kalimantan, selain itu ada dari Malaysia langsung ke bandara yang diungkap teman-teman bandara disimpan dalam paketan karpet atau onderdil,βΒ beber Robert.
Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran narkoba, pihaknya terus melakukan upaya dengan sosilasisa gerakan pencegahan narkoba.
Advertisement