MUI Minta Aktivitas Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo Dihentikan Sementara Bila Gedung Tak Layak
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan meminta penghentian sementara aktivitas di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo apabila ditemukan ketidaklayakan penggunaan bangunan oleh para ahli.
Ia mengusulkan itu demi keamanan bagi para santri yang tengah menimba ilmu di sana. "Kalau enggak layak, tidak sesuai dengan standar, tidak sesuai SOP, ya sebaiknya dihentikan. Untuk apa? Untuk aman, nyaman bagi para santri," kata Amirsyah di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa 7 Okrober 2025 malam.
Ia meminta penghentian sementara hingga para ahli menyatakan bangunan tersebut layak digunakan, sesuai dengan SOP para ahli. Amirsyah pun mendorong pemerintah mengevaluasi seluruh bentuk gedung, tak terbatas hanya pesantren
βStandar operasional prosedur ( SOP ) yang harus diikuti oleh semua pihak tanpa kecuali, pesantren. rumahan dan lain-lain, perkantoran, apalagi pondok pesantren yang mendidik generasi muda,β ucapnya.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan hingga hari kesembilan pencarian, total ada 67 korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan, termasuk delapan bagian tubuh (body part) .
Ajak Melaksanakan Salat Goib
Secara terpisah Menteri Agawa Nasarudin Umar mengajak para santri dan umat islam melakukan salat ghaib untuk korban meninggal dunia ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran Sidoarjo, Jawa Timur. "Kita doakan semoga para korban meninggal dunia dalam husnul khotimah, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberiri ketabahan dan kekuatan aman," ujar Menag Nasarudin.
Advertisement