Meski Ngeri, Warga Bojonegoro Akui Terbiasa Kemunculan Buaya Bengawan Solo
Kemunculan buaya di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Kebunagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, semakin sering terlihat. Warga yang tinggal di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu mengaku mulai terbiasa, meski tetap diliputi rasa khawatir.
Menurut Kusnudin,59, tahun,warga Desa Kebunagung, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, mengaku, tetangganya yang tinggal di pinggir Sungai Bengawan Solo, sudah terbiasa dengan kemunculan buaya. Karena, hampir tiap hari, yang awalnya muncul tiga tahun silam, hingga kini juga masih sering muncul.
Bahkan, jika dulu saat kemunculan pertama dilihat ada 3-4 ekor, dan besarnya hanya seukuran paha orang dewasa. Tetapi setelah tiga tahun, ukurannya bertambah besar. Perkiraannya panjang sekitar 2,5 meter. βLumayan besar yang sering muncul di belakang rumah,β ujarnya pada Ngopibareng, Senin 22 September 2025.
Pemilik ternak kambing dan unggas ini, mengakui, hewan piarannya kerap hilang. Ada beberapa bebek dan ayam miliknya hilang dan kemungkinan dimakan buaya. Biasanya buaya kerap naik di permukaan dekati kandang kambing pada saat Bengawan Solo meluap. Begitu juga saat Bengawan Solo airnya surut, buaya juga kerap berjemur. βTerutama berjemur sekitar pukul 09.00 ,β ujarnya.
Sebenarnya satu buaya ukuran besar yang kerap muncul di belakang rumahnya, ditembak seseorang dan tepat mengenai matanya. Dan hingga kini jarang muncul, terutama yang berada di lingkungan RT 07/RW03 pinggir sungai. Namun, ada satu ekor lagi, buaya ukuran besar yang hampir tiap hari muncul berjemur di tempat lain, di lingkungan RT9/RW03. Diperkirakan, masih ada beberapa ekor lagi, buaya yang berada di Sungai Bengawan Solo, lokasinya di Bengawan Solo, tak jauh dari penampungan pasir, tak jauh dari sekolahan di Desa Kebunagung.
Tak hanya, itu, para pemancing di sekitar Desa Kebunagung juga sudah terbiasa dengan kehadiran buaya. Biasanya para pemancing ini, naik perahu pada malam hari dan dalam jarak tak terlalu jauh, terlihat beberapa buaya muncul. βJadi ya sudah terbiasa,β imbuhnya.
Sebenarnya, kemunculan buaya juga membuat khawatir warga. Lokasinya di Bengawan Solo, tak jauh dari penampungan pasir, tak jauh dari sekolahan.
Sebelumnya Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bojonegoro evakuasi buaya dewasa di Kali Prudung, Desa Kebunagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat 16 Februari 2024. Buaya ukuran panjang sekitar 2 meter ini ditemukan di pinggir Kali Prudung yang merupakan Anak Sungai Bengawan Solo.
Yang pertama kali melapor keberadaan buaya yaitu Sulkan, warga Dusun Brangkal, Desa Kebunagung, Padangan pada Jumat siang. Selanjutnya penampakan buaya dilaporkan ke Damkar Pos Padangan, Bojonegoro.
Sebanyak 8 anggota gabungan Damkar Pos Padangan dan Damkar Pos Kota menuju ke Sungai Prudung, Desa Kebunagung. Tiga anggota terjun ke kali dan berhasil menjerat binatang amfibi tersebut.
Advertisement