“Menuju Cahaya” Tembang Religi yang Berbeda dari Marcell
Musisi Marcell meluncurkan single religi berjudul “Menuju Cahaya”. Tembang ini merupakan bagian dari perjalanan spiritualnya yang sangat personal. Salah satu elemen paling menarik dari lagu ini adalah keberanian Marcell meramu pesan spiritual dengan aransemen elektronik yang kental. Pilihannya ini membuat lagu terasa berbeda dari pendekatan musik religi arus utama yang biasanya bertumpu pada instrumen akustik atau balada pop.
“Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tetapi tanpa kehilangan ruh-nya,” jelas Marcell. Harapannya dengan pendekatan tersebut mampu menjangkau segmen pendengar yang lebih luas. Lagu ini menjadi kelanjutan dari “Tawakal” yang rilis tahun 2024. Selain itu singgle baru ini juga menunjukkan sisi perjalanan spiritual Marcell bergerak pelan, jujur, dan konsisten.
“Menuju Cahaya” hadir sebagai ruang sunyi di tengah hiruk-pikuk musik keagamaan yang sering dibentuk untuk momentum tertentu. Alih-alih menggaungkan narasi moral secara lantang, lagu ini mengajak pendengar untuk mengambil jarak dari dirinya sendiri. Dalam karya terbarunya ini, Marcell kembali menulis seluruh lirik, komposisi, serta aransemen secara mandiri, memastikan setiap nada dan kata selaras dengan perjalanan batin yang ingin ia sampaikan. Menurutnya, pemurnian diri adalah pengalaman universal, sehingga lagu ini diharapkan bisa dirayakan siapa saja tanpa menunggu waktu atau momentum keagamaan tertentu.
Ada kejutan kecil namun intim dalam proses kreatifnya. Sang istri, Rima Melati Adams, turut menyumbangkan suara dalam bentuk pembacaan lirik puitis berbahasa Inggris. “Jelas, cuma Rima yang paling fasih dan paling bagus pelafalan bahasa Inggris-nya di rumah ini,” ujar Marcell sambil tertawa, dalam siaran pers yang dirilis.
Lagu ini dirilis melalui label miliknya, Ruang Menyusui Records, serta MKH Publishing. Proses produksinya melibatkan para musisi dan teknisi profesional yang telah lama berkecimpung di industri musik Indonesia. Yusuf Effendi Hadiyanto merekam vokal di Studio Ruang Menyusui, sementara Gatot Alindo mengisi gitar akustik dan elektrik. Ivan Alidiyan menangani keyboard dan synthesizer, Stefanus Adi Wibowo bertindak sebagai pengarah vokal, dan proses mixing-mastering dipercayakan kepada Lawrence “Random” Widarto.
Pesan Spiritual
Secara tematik, “Menuju Cahaya” bertolak dari konsep Tazkiyatun Nafs yaitu bahasa agama dari pemurnian jiwa. Menurut Marcell lagu ini tidak berbicara tentang kemenangan, prestasi spiritual, ataupun klaim kebenaran namun berbicara tentang pelepasan. Selain itu juga tentang keberanian untuk mengakui keterbatasan serta proses membersihkan hati.
Inspirasi liriknya bersumber dari pesan Al-Qur’an, khususnya Surat Asy-Syams (91) ayat 9–10 dan Surat Al-A‘la (87) ayat 14, yang mengingatkan manusia bahwa keberuntungan sejati datang dari upaya menyucikan diri, bukan dari pengakuan luar. Sementara itu, konsep “Cahaya” dalam lagu ini terinspirasi dari makna Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35. Dalam ayat tersebut, ungkap Marcell Cahaya bukan sesuatu yang dimiliki, tetapi tujuan yang didekati dengan kerendahan hati.
Marcell sengaja membangun lagu ini dengan struktur repetitif, layaknya doa yang diucapkan pelan dan berulang. Marcel menggambarkan bahwa pemurnian diri bukan peristiwa instan, melainkan perjalanan yang terus diulang, direfleksikan dengan menjalaninya tanpa henti. Dengan rilisnya “Menuju Cahaya”, Marcell sekali lagi menunjukkan bahwa musik dapat menjadi ruang untuk merenung, bukan hanya hiburan.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement