Menjelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Minta Jemaah Menghemat Tenaga dan Jaga Kondisi
Jamaah haji dihimbau untuk mengehat tenaga menjelang puncak Haji beberapa hari mendatang. Selain itu Kementerian Haji dan Umroh juga telah merilis aturan baru terkait pola pergerakan jemaah. Imbauan ini muncul karena rangkaian puncak haji membutuhkan kekuatan fisik dan fokus ibadah dalam tingkat tertinggi.
Tentang aturan baru terkait pola pergerakan jemaah bertujuan untuk memastikan setiap perpindahan berlangsung aman, tertib, dan terkontrol. Instruksi tersebut tidak hanya berlaku pada mobilitas menuju Masjidil Haram, tetapi juga pada pergerakan dari Madinah menuju Makkah. Selain itu, jemaah diminta mengikuti alur yang sudah ditentukan saat persiapan menuju Armuzna. Pemerintah menekankan pentingnya disiplin agar kepadatan massa dapat terkelola dengan baik.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, memberi perhatian khusus kepada jemaah gelombang kedua. Mereka yang tiba melalui Jeddah diarahkan memakai kain ihram sejak embarkasi. Hal ini penting karena miqat akan diambil saat perjalanan menuju Arab Saudi, dan rombongan langsung menuju Makkah untuk menjalankan umrah wajib. Maria menjelaskan bahwa persiapan fisik, mental, dan spiritual memegang peran besar dalam keberhasilan ibadah.
Maria juga mengingatkan kondisi cuaca di Makkah dan Madinah. Suhu yang mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius dapat memicu kelelahan cepat. Karena itu, ia mendorong jemaah membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari. βJemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,β ujar Maria.
Data Jemaah Haji
Dalam laporan perkembangannya, Maria memaparkan data pergerakan jemaah hingga hari ke-21 operasional. Sebanyak 341 kloter dengan 132.057 jemaah serta 1.361 petugas telah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, 240 kloter dengan total 92.767 jemaah dan 960 petugas sudah memasuki Makkah melalui Madinah. Kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah juga terus bertambah. Hingga hari yang sama, tercatat 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas telah mendarat. Adapun jemaah haji khusus yang sudah tiba mencapai 5.766 orang.
Kemenhaj menyoroti jemaah lansia, disabilitas, dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi. Maria meminta kelompok ini melapor segera jika merasakan gejala seperti pusing, sesak napas, batuk berat, demam, nyeri dada, atau tubuh melemah. βJangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,β tegas Maria.
Dalam kesempatan yang sama, Maria menekankan peran aktif KBIHU. Lembaga tersebut diminta memperkuat edukasi jemaah tentang kesehatan, keselamatan, kedisiplinan, dan ketertiban. Selain bimbingan manasik, pendampingan lapangan juga menjadi kunci agar jemaah lebih siap menghadapi ritme ibadah yang padat.
Dari sisi kesehatan, Kemenhaj melaporkan adanya 67 jemaah yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Pemerintah juga mencatat satu jemaah yang wafat pada Ahad, 10 Mei 2026. Jemaah tersebut bernama Kasiani Sigito Tarmidi, berasal dari KNO 8 Kota Medan, Sumatera Utara. Total jemaah yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 24 orang. Maria menyampaikan rasa duka yang mendalam. βAtas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,β ujarnya.
Tidak hanya memberikan peringatan, Maria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia. Ia menilai para petugas terus bekerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Dalam penutupnya, Maria mengajak jemaah menjaga kesehatan, menjaga tenaga, mengikuti aturan pergerakan, dan memperkuat kesiapan ibadah. βSemoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,β tutup Maria.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement