Mengenal Peralatan Situasi Darurat di Kereta Api: Kunci Utama Jangan Panik dan Ikuti Arahan Petugas
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang paling banyak dipilih masyarakat untuk berpergian. Untuk memastikan setiap perjalanan kereta api aman, nyaman, dan berkesan, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 9 Jember, mengajak seluruh penumpang untuk lebih mengenali prosedur dan alat keselamatan yang tersedia di dalam kereta. Pengenalan ini penting sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi situasi darurat yang tak terduga.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan, komitmen terhadap keselamatan ini merupakan standar fundamental yang tidak dapat ditawar.
"KAI Daop 9 Jember selalu mengutamakan keselamatan dan kesiapan evakuasi di setiap perjalanan. Ini adalah prinsip yang kami pegang teguh, sejalan dengan standar keselamatan perkeretaapian, baik di Indonesia maupun di luar negeri," jelasnya, Jumat, 7 November 2025.
Cahyo menjelaskan, penumpang tidak pernah sendirian dalam situasi darurat. Di balik setiap perjalanan, ada tim petugas yang telah terlatih dan siap siaga.Β
Menurutnya, Petugas KAI, baik kru kereta maupun petugas di lapangan, telah dilatih secara profesional untuk menghadapi berbagai skenario darurat.
"Mulai dari gangguan listrik, banjir, hingga prosedur evakuasi lintas yang kompleks," tegasnya.
Meski demikian, KAI Daop 9 memandang, keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, penumpang juga diimbau untuk mengambil peran aktif dengan membekali diri dengan pengetahuan dasar.
"Rasa aman di perjalanan dimulai dari kesadaran kita sendiri. Sebelum berangkat, kami sangat menganjurkan penumpang untuk meluangkan waktu sejenak mengenali letak alat darurat di sekitarnya," katanya.
Ada beberapa alat vital dalam situasi darurat. Seperti Passenger Emergency Call, tombol SOS, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Rem Darurat, serta palu pemecah kaca hanya boleh digunakan saat kondisi darurat.
Jika situasi darurat benar-benar terjadi, menurut Cahyo, ada satu satu kunci utama yang harus dilakukan penumpang yakni tidak boleh panik.
"Hal terpenting bagi penumpang adalah tetap tenang dan kooperatif. Dengarkan dan ikuti arahan dari kru kereta atau petugas di lapangan. Percayalah, mereka yang akan memandu proses evakuasi dengan cara yang paling aman dan efektif," jelasnya.
KAI Daop 9 juga memastikan bahwa prinsip keselamatan ini berlaku untuk semua lapisan penumpang, tanpa terkecuali. Termasuk penumpang berkebutuhan khusus (difabel). Bahkan menurutnya, KAI memberikan perhatian penuh pada penumpang berkebutuhan khusus.Β
"Telah disediakan fasilitas pendukung seperti ramp atau jalur landai, serta kursi roda yang nyaman untuk memastikan semua penumpang dapat dievakuasi dengan selamat dan baik," kata Cahyo.
Untuk pelaporan, keluhan, atau kebutuhan informasi lebih lanjut, KAI menyediakan layanan Contact Center yang siaga 24 jam dan siap menangani setiap laporan dengan cepat dan akurat melalui Call Center 121, WhatsApp di 0811-2223-3121, atau Email ke [email protected].
"Mari kita bersama-sama menciptakan perjalanan kereta yang aman dan nyaman. Dengan saling peduli, menjaga ketenangan, dan mematuhi arahan, kita berkontribusi langsung pada keselamatan bersama. Karena keselamatan dimulai dari kita semua," ujarnya.
Advertisement