Materi Khutbah Jumat: Sikap Sabar dan Maknanya
Penulis: Nurul Huda
Bersikap sabar mempunya posisi yang istimewa dalam Islam. Dalam Al Quran surat al Anfal ayat 46, Allah menyebut bahwa Dirinya bersama orang-orang yang sabar. Bahkan beberapa ayat dalam Al Quran juga mengingatkan penting sabar ini dalam kehidupan. Rasulullah saw. dalam hadisnya juga mengingatkan akan pentingnya sikap sabar ini. Pun dengan para ulama. Dalam beberapa kita para ulama menyebut sabar sebagai bagian dalam perjalanan spiritual seseorang.
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya tentang pentingnya sikap sabar. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda: βSungguh menakjubkan keadaan orang mukmin. Semua urusannya adalah baik, dan itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu adalah kebaikan baginya. Jika ia ditimpa kesulitan, ia bersabar, dan itu pun menjadi kebaikan baginya.β (HR. Muslim).
Kata sabar dalam bahasa berarti menahan diri dan tetap teguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Sedangkan konteks Islam, sabar bukan hanya sekedar menunggu dengan pasrah, tetapi juga mencakup ketahanan mental, pengendalian emosi, dan konsistensi dalam menjalankan perintah Allah, terutama dalam menghadapi ujian hidup. Sabar bisa bersifat fisik, bisa juga bersifat psikis. Hal ini karena sabar dapat bermakna kemampuan mengendalikan emosi. Maka dari itu sabar berbeda-beda tergantung obyeknya.Β Β
Imam al-Ghazali mengatakan kata sabar dan berbagai kata turunannya disebutkan lebih dari tujuh puluh tempat dalam Al-Qur'an. Dalam pandanganΒ Prof DR. M. QuraishΒ Shihab sabar pengertian sabar sebagai "menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang baik atauΒ lebih baik (luhur)". Sedangkan menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, sabar adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah,Β menahan lidah dari keluh kesah, dan menahan anggota tubuh dari kekacauan.
Imam Ali mengatakan sabar ada empat golongan yaitu sabar dalam merindu, sabar karena sayang.Β Berikutnya adalah sabar dengan latar kezuhudan, dan sabar dalam penantian. βSiapa yang merindukan surga, akan membersihkan dirinya dari hasrat-hasrat rendah. Siapa yang mengasihani dirinya dilahap neraka, akan keluar dari segala bentuk keharaman. Siapa yang tak menaruh cinta pada dunia, entenglah baginya segala musibah. Dan, siapa yang menanti kematian (selalu merasa kematian sudah di depan mata), pastilah ia bergegas meregup pelbagai kebaikan.β Demikian kata Imam Ali.
Selain itu Ali bin Abi Thalib RA menegaskan bahwa ada hubungan antara kesabaran dan keimanan. Beliau mengibaratkannya dengan kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, secara langsung tubuhnya juga tidak akan berfungsi. Demikian juga dengan kesabaran. Apabila kesabaran sudah hilang, keimanan pun akan hilang .
Sementara itu Dalam kitab Ihya Ulumuddin , Imam al-Ghazali menjelaskan tentang sikap sabar ini.Β Menurutnya sabar dapat terbagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan hukumnya. Pertama adalah sabar wajib yaitu sabar dalam menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang syariat adalah wajib. Kedua, sabar sunah yakni menahan diri dari yang makruh.
Kemudian ketiga adalah sabar haram yaituΒ menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan terlarang (haram) seperti menahan diri ketika disakit atau sabar ketika melihat istrinya diganggu orang lain sehingga membangkitkan rasa nyaman tetapi ia memilih untuk tidak meningkatkan rasa nyaman
Sikap sabar dalam Islam memiliki manfaat besar bagi seseorang.Β Sabar tidak hanyaΒ dalam mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala, namun juga berlaku dalam menghadapi cobaan hidup, meningkatkan hubungan sosial, mengendalikan diri, dan memperbaiki diri.
Advertisement