Mantan Kades se-Kabupaten Blitar Gelar Temu Kangen, Dukung Pemerintahan Bupati Rijanto–Becky
Puluhan mantan kepala desa (kades) se-Kabupaten Blitar menggelar acara temu kangen dan silaturahmi di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Minggu, 12 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ajang nostalgia sekaligus bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Becky Hardiansyah.
Terpantau hadir dua pensiunan pejabat penting, yakni Mujianto dan Agus Budi Handoko, keduanya merupakan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar. Suasana hangat terlihat ketika para mantan kades saling bercengkerama, berbagi cerita tentang kondisi kesehatan, serta mengenang masa-masa saat masih aktif menjabat di desa masing-masing.
Ajang Silaturahmi dan Nostalgia
Koordinator kegiatan, Fakihudin, menjelaskan kepada Ngopibareng.id bahwa temu kangen ini murni bertujuan mempererat tali persaudaraan antar mantan kepala desa di Kabupaten Blitar. Menurutnya, setelah bertahun-tahun tidak bertemu sejak purna tugas, acara ini menjadi wadah untuk melepas rindu dan menjaga hubungan baik antar mantan aparatur desa.
“Pertemuan ini sebagai ajang saling bertemu dan bernostalgia. Setelah lama tidak menjabat, kita bisa guyon bareng (bercanda bersama),” ujar Fakihudin.
Dukung Pemerintahan Rijanto–Becky
Fakihudin juga menegaskan bahwa para mantan kepala desa se-Kabupaten Blitar mendukung jalannya pemerintahan Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Becky Hardiansyah.
Ia menyebutkan, ada sekitar 80 mantan kepala desa yang hadir dalam pertemuan perdana tersebut, yang digelar di rumah Fatmawati, mantan Kades Margomulyo.
“Harapan kami, seluruh mantan Kades di Kabupaten Blitar bisa bergabung dalam forum ini agar lebih mudah melakukan koordinasi dan konsolidasi,” tambahnya.
Bukan untuk Kepentingan Politik
Menanggapi adanya anggapan bahwa acara temu kangen mantan Kades ini bermuatan politik, Fakihudin menegaskan hal itu tidak benar.
Menurutnya, sebagian besar peserta sudah berusia lanjut dan tidak memiliki kepentingan politik praktis.
“Namanya juga mantan Kades, rata-rata usianya sudah sepuh. Jadi tidak ada tujuan politis, murni untuk silaturahmi dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Advertisement