Lima Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh
Kunyit adalah salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Tidak hanya sebagai bumbu dapur, kunyit juga dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Dari beberapa literatur kunyit adalah tanaman yang berasal dari India. Namun kemudian banyak yang menganggapnya sebagai tanaman rempah dan obat asli Asia Tenggara. Bernama latin Curcuma domestica Val, kunyit tumbuh melimpah di tanah air.
Konon tanaman sejak 4000 tahun kunyit adalah obat terbaik untuk mengatasi nyeri terutama karena inflamasi. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean atau zingiberaceae. Bagi masyarakat Indonesia, kunyit mempunyai nama seperti unin untuk daerah Ambon. Kemudian gorachi bagi masyarakat Ternate. Sedangkan masyarakat Banjar menyebutnya dengan janar. Orang Jawa mengenalnya sebagai kunir. Suku Sunda menyebutnya dengan konΓ©ng dan lain sebagainya.
Tumbuhan kunyit termasuk tumbuhan semak yang tinggi tanaman sekitar 70 cm. Karakteristiknya adalah batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, berwarna hijau kekuningan. Kunyit memiliki bunga majemuk yang berambut dan bersisik dengan panjang tangkai sekitar 16-40 cm. Mahkota bunga berupa kelopak silindris, berwarna kuning, berukuran panjang sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm. Bagian akar berwarna coklat muda dan termasuk jenis akar serabut.
Beberapa penelitian menyebutkan kandungan Curcumin kunyit yang mampu meredakan nyeri lebih baik dari obat anti inflamasi Natrium Diclofenac. Selain untuk obat anti inflamasi, kunyit juga mampu mengurangi nyeri menstruasi, tekanan darah tinggi hingga menurunkan berat badan. Jenis tanaman yang termasuk dalam famili Zingiberaceae mempunyai batang semu yang dibentuk dari pelepah daun-daunnya.
Namun bagian utama kunyit ini terletak pada rimpangnya yang merupakan tempat tumbuhnya tunas. Adapun senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah kurkumin dan minyak atsiri. Kedua senyawa ini dipercaya mempunyai peranan sebagai antioksidan, anti tumor, anti kanker, anti mikroba, anti racun. Selain itu juga mengandung karbohidrat, protein, selulosa dan vitamin C. Kemudian ada zat pahit, zat besi, fosfor hingga kalsium.
Secara tradisional kunyit digunakan oleh masyarakat di berbagai negara untuk mengobati beragam penyakit. Adanya kandungan yang bermanfaat bagi tubuh untuk terus sehat. Melansir laman keslan.kemkes.go.id, kunyit mempunyai manfaat sebagai berikut :
Pertama, mengonsumsi kunyit mampu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini karena kandungan adanya zat kurkumin yang dapat bekerja untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan virus atau bakteri penyebab penyakit.
Kedua, mampu mengobati radang. Adanya kurkumin yang merupakan antioksidan yang memiliki efek anti radang. Ketiga, kunyit mampu mengurangi rasa mual. Kandungan kurkuminnya yang dapat meresap ke dalam aliran darah dapat mengurangi tekanan pada perut. Dengan mengkonsumsi kunyit, tekanan pada perut terasa ringan dan lega sehingga mengurangi rasa mual.
Ketiga, dapat mengatasi perut yang kembung. Kurkumin pada kunyit membantu mengurangi tekanan gas pada perut dan membantu lambung untuk menghentikan produksi asam secara berlebihan. Keempat, mampu mengurangi nyeri saat haid. Bagi mengalami haid, kunyit asam dipercaya dapat meredakan nyeri saat haid, Hal ini disebabkan dikarenakan kurkumin kunyit yang dapat melemaskan kontraksi rahim.
Keempat. Kunyit juga membantu mengurangi masuknya aliran ion kalsium pada sel-sel apitel rahim, serta mengurangi terjadinya produksi prostaglandin yaitu hormon yang mengakibatkan timbulnya rasa sakit.
Kelima adalah dapat mengobati metastasis kanker. Beberapa jenis kunyit dipercaya dapat mengobati metastasis kanker misalnya kunyit putih. Hal ini karena kandungan kurkuminnya dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker. Selain itu kunyit dapat menjadi obat alergi, menangkal bakteri, mengobati maag, meredakan peradangan usus hingga merawat organ hati.
Adanya banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, maka ada baiknya mulai mengkonsumsi kunyit secara rutin. Namun yang tidak kalah penting adalah mengonsumsinya dengan takaran yang sesuai.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement