Lengkapi Pesona Ijen, Banyuwangi Hadirkan Pasar Seni dan Jajanan Jadoel di Kaki Gunung Ijen
Para pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kini bisa melengkapi paket wisatanya dengan destinasi kuliner. Di kawasan kaki Gunung Ijen kini telah hadir Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jaman Doeloe (Jadoel). Lokasinya di Dusun Karangan Tengah, Desa/Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jadoel ini buka setiap akhir pekan yakni Sabtu malam mulai pukul 18.00 WIB–22.00 WIB. Wisata kuliner ini memadukan bazar jajanan lokal dengan pertunjukkan hiburan seni tradisional.
“Ini adalah kreativitas dari warga desa yang sangat membanggakan. Selain menggerakkan ekonomi lokal, tempat ini juga menjadi daya tarik baru kawasan Ijen Golden Route. Wisatawan akan banyak alternatif saat staycation di kawasan kaki Ijen,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu, 26 November 2025.
Beragam makanan tradisional bisa didapatkan di Pasar Seni dan Jajanan Jadoel ini. Ada ayam kampung bumbu kukus, kopat lodoh, semanggi, geseng, kare dan kikil. Tidak hanya makanan berat, jajanan tradisional seperti kue lupis, lanun, aneka ketan dan kue kucur juga bisa dinikmati di tempat ini.
Perpaduan sedapnya rasa makanan dan kudapan khas masyarakat lokal dengan suasana alam pegunungan yang sejuk dipastikan akan membuat para pengunjung merasakan kenikmatan yang berlipat.
Sembari menikmati kuliner, para pengunjung akan dihibur pertunjukkan seni tradisional. Mulai dari seni Kuntulan, tari Gandrung, kesenian Barong, Gagak Lodro dan beragam kesenian tradisional Banyuwangi lainnya.
Ijen Golden Route merupakan branding baru Banyuwangi untuk melabeli destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada di Banyuwangi. Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik.
“Pasar kuliner ini akan memperkaya destinasi di kawasan Ijen. Silakan mengunjungi Ijen Golden Route,” kata Ipuk.
Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menjelaskan, Pasar Seni dan Jajanan Jadoel menyajikan aneka jajanan lokal khas Banyuwangi. Sedikitnya ada 40 pelaku UMKM kuliner yang berasal dari warga setempat.
"Penjualnya adalah warga sini. Jadi kita jamin rasanya otentik Banyuwangi,” katanya. Destinasi baru ini juga digadang menjadi panggung ekspresi dan pelestarian seni dan budaya lokal.
“Kecamatan kami menjadi salah satu wilayah tinggal warga Suku Osing yang sarat dengan kearifan lokal seni dan budaya. Potensi inilah yang turut kami angkat di Pasar Seni dan jajanan Tradisional Jadoel,” ujarnya.
Advertisement