Lebaran Kopat Awali Tradisi Puter Kayun di Boyolangu, Banyuwangi
Masyarakat Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi menggelar tradisi Lebaran Kopat (ketupat) pada 7 Syawal atau Jumat, 27 Maret 2028 kemarin. Tradisi ini merupakan rangkaian dari Tradisi Puter Kayun yang digelar setiap 10 Syawal.Β
Tradisi Lebaran Kopat menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur warga setelah menjalani ibadah puasa Ramadan dan merayakan kemenangan pada Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini dikemas dalam 'Boyolangu Traditional Culture'.Β
Sebelum Lebaran Kopat dimulai, warga menggelar Qhotmil Qurβan di kamtor Kelurahan. Para masyarakat adat terlebih dahulu melakukan ziarah ke petilasan Ki Buyut Jaksa pada sore harinya. Mereka mengirimkan doa atas jasa-jasa beliau yang dipercaya memberikan banyak manfaat bagi kemajuan wilayah Boyolangu dan sekitarnya.Β
Dalam tradisi Lebaran Kopat ini, warga menyajikan dan membagikan ketupat kepada sanak saudara dan tetangga sekitar. Banyak pula keluarga yang makan ketupat bersama-sama di teras-teras rumah. Keguyuban ini mencerminkan kerukunan antar warga yang terjaga.
Lebaran Kopat ini menjadi pembuka rangkaian acara tradisi adat di wilayah tersebut. Acara dimulai tepat setelah waktu salat Magrib. Warga menyajikan deretan ketupat lengkap dengan sayur dan lauk pauk khas untuk disantap bersama keluarga besar yang datang berkunjung.
Keriuhan makin terasa di setiap sudut kampung saat anak-anak kecil bermain sambil berlari dengan ceria mengenakan baju koko dan kopiah. Mereka mengenakan celana pendek dengan sarung yang disampirkan di bahu atau dililit diperut seperti tas pinggang.
Suasana seketika berubah hening saat pembaca doa memandu warga memanjatkan doa wujud syukur atas segala karunia dan keberkahan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seluruh masyarakat Boyolangu.
Ketika lantunan doia berakhir, warga mulai menyantap hidangan ketupat yang sudah disiapkan. Tradisi makan bersama ini memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Setelah Isya, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan pertunjukan seni dari para remaja Boyolangu yang membawakan tarian khas Banyuwangi. warga berdesakan menyaksikan tarian tradisional warisan budaya.
Acara ini juga membawa berkah bagi ekonomi lokal. Deretan lapak UMKM berjajar. Pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Banyuwangi membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM.Β
Ketua Panitia, Risyal Alfani, mengatakan, tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi Puter Kayun. Ia mengapresiasi semangat warga yang terus menjaga tradisi.
"Kami sangat bangga dengan masyarakat Kelurahan Boyolangu yang hingga saat ini masih peduli akan pelestarian budaya lokal," ungkapnya.Β
Boyolangu Traditional Culture diawali pada 7 Syawal dengan agenda Qhotmil Qurβan, Selamatan Kopat dan Pentas Seni Budaya, Kemudian pada 8 Syawal dilakukan Seni Budaya pertunjukan Barong Lokal, pada 9 Syawal dilakukan Pawai Kebo-Keboan, dan diakhir pada 10 Syawal dengan tradisi Puter Kayun.
Advertisement