Kunjungi SRT 7 Kota Probolinggo, Mensos Disambut Pidato Bahasa Jepang
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau dan berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, Minggu, 14 Desember 2025. Mensos disambut meriah penampilan hadrah, paduan suara, puisi, hingga pidato siswa dalam Bahasa Jepang.Β
Salah satunya, siswa Riski Aulia yang membacakan pidato dalam bahasa Jepang. Ia tampak luwes membacakan kertas bertuliskan huruf kanji di hadapan Gus Ipul, panggilan akrab Mensos.
βHajimemashite, watashi wa Riski Aulia desu,β ungkapnya.
Aulia fasih berbahasa Jepang bukan dari hasil les bahasa asing. Ia mengaku, karena belajar otodidak melalui gawai.
βJadi ini belajar sendiri, Insya Allah kamu bisa kuliah ke Jepang, bisa bekerja di Jepang, juga menjadi tenaga terampil di sana ya bismillah, jadi teman-teman semua yang ingin bekerja di luar negeri silakan mulai belajar,β terang Gus Ipul.
Dikatakan, dalam proses hilirisasi siswa Sekolah Rakyat, siswa akan mendapatkan dukungan, baik yang ingin melanjutkan kuliah maupun bekerja. Termasuk memfasilitasi siswa jenjang menengah pertama yang ingin melanjutkan ke Sekolah Garuda.
βYang memang memenuhi syarat, teruskan ke Sekolah Garuda, tapi yang pengen meneruskan di SRMA ya gak masalah. Kalau sudah lulus ada dua jalur, satu jalur untuk keperguran tinggi, nanti ada KIP kuliah, atau juga menjadi pekerja terampil atau menjadi wirausahawan,β urai Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyampaikan rasa kagumnya pada perkembangan siswa setelah hampir satu semester mengikuti program Sekolah Rakyat.Β
βAlhamdulillah, saya melihat ada perkembangan proses belajar-mengajar yang baik di sini ya. Awal-awalnya perlu saling beradaptasi, tapi hari ini kita lihat bagaimana kepala sekolah dan para guru, serta para siswa-siswa Sekolah Rakyat bisa saling berinteraksi, saling melakukan tugasnya dengan baik,β kata Gus Ipul.
Progres ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk para guru dan tenaga kependidikan.Β
Seperti diketahui, SRT 7 Kota Probolinggo mengampu 49 siswa jenjang menengah pertama dan 40 siswa jenjang menengah atas. Sebanyak 18 guru bertugas mendukung proses pembelajaran siswa, sedangkan 10 orang wali asuh dan 4 orang wali asrama bertugas mendampingi kegiatan siswa di luar kelas.
βIni kerja bersama yang luar biasa, kita harapkan kendala-kendalanya bisa diatasi, misalnya kekurangan air bersih, atau juga kadang-kadang mungkin soal listrik, mungkin soal juga sarana-prasarana yang masih kurang, tapi dengan dukungan dari Pak Walikota, semuanya bisa diatasi dan semuanya terus membaik,β kata Gus Ipul.
Mengakhiri kegiatan, para siswa berfoto dan bernyanyi bersama Gus Ipul, beberapa siswa juga menampilkan keterampilan baris berbaris dan melafalkan Pancasila. Tidak ada keraguan, siswa tampak semangat menunjukkan kemampuannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Perwakilan Sekda Kota Probolinggo, Forkopimda Kota Probolinggo, serta stakeholder lainnya.
Advertisement