Korban Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Bertambah, 4 Orang Meninggal
Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora bertambah lagi.
Satu orang yang sebelumnya menjalani perawatan intensif dikabarkan meninggal dunia pada Jumat 22 Agustus 2025, malam. Sehingga, total korban jiwa akibat menjadi empat orang.
Korban mengalami luka bakar serius yang dideritanya saat terjadi kebakaran sumur minyak pada Sabtu 17 Agustus 2025. Sebelumnya, korban sempat dirawat intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Rincian nama empat orang korban itu diantaranya, Mbah Tanek, 60 tahun, meninggal di lokasi saat kejadian awal.
Kedua, Mbah Sureni, 52 tahun, juga sempat mendapat perawatan di rumah sakit setempat. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Korban ketiga, Mbah Wasini, yang merupakan adik dari Mbah Sureni, juga menyusul meninggal dunia pada esok hari kejadian, tepatnya Senin pagi 18 Agustus 2025.
"Korban ke empat bernama Yeti ini meninggal saat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta l. Korban karena luka bakar serius," ujar Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Agung Triyono,
Sementara itu, hingga kini pemerintah daerah masih memberlakukan status tanggap darurat selama 14 hari untuk penanganan kebakaran yang belum sepenuhnya padam.
Selain korban meninggal, ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian. Pemerintah Kabupaten Blora bersama TNI-Polri dan relawan terus menyalurkan bantuan logistik serta pelayanan kesehatan bagi para pengungsi.
Upaya Penanganan Kebakaran Sumur Miyak Terus Dilakukan
Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki suplai air masih siaga berada di lokasi. Tampak, sejumlah mobil tangki suplai dari kabupaten tetangga juga diperbantukan.
Selain itu, ada dua buah bak penampungan air dari terpal yang sudah dibangun dan diisi air. Empat eksavator juga terlihat memaksimalkan pembuatan tanggul di area lokasi kebakaran.
Sebelumnya petugas juga sudah membongkar tujuh rumah warga untuk memudahkan penanganan kebakaran. Mengingat, rumah tersebut berdekatan dengan sumber api.
Hingga hari keenam, Jumat 22 Agustus 2025, api kebakaran sumur minyak tersebut belum bisa dipadamkan, meskipun telah dilakukan penyemprotan.
"Pemadaman dilakukan dengan penyemprotan foam, air, tanah, dan lumpur ke titik semburan. Tim damkar terus memantau tekanan semburan dan siaga di lokasi," ungkap Agung.
Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, mengatakan total ada belasan mobil tangki air yang digunakan. Persisnya ada 13 mobil tangki air, Β masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
βKita juga minta bantuan dari BBBD Muria Raya, seperti Rembang, Pati, Kudus dan Grobogan. Dengan bantuan dari kabupaten tetangga, suplai air saat proses pemadaman diharapkan tidak akan habis, βjelasnya, Jumat 22 Agustus 2025.
Mulyowati juga berharap, jika api bisa dipadamkan masyarakat diminta untuk tetap waspada. Kecuali jika lokasi kebakaran dinyatakan benar-benar aman.
"Sambil menunggu kondisi aman, warga yang mengungsi baru kita kembalikan lagi ke rumah masing-masing. Jadi saat ini kita berusaha ekstra, βtandasnya.
Advertisement