Keturunan Darah Tinggi
Meski era feodalisme telah kikis di zaman ini, namun ada saja orang yang tetap membanggakan muasal keturunan. Di Jawa, ada Raden, Raden Panji, dan sebagainya.
Di Sulawesi ada sebutan Daeng, Andi, yang cukup dihormati hingga kini. Namun, hal itu tak berlaku di masyarakat secara umum.Β Terbukti dialami seorang keturunan ninggrat di suatu daerah itu.
Seorang terpandang tinggal di kampung. Karena terpandang, ia terbiasa dihormati oleh setiap orang yang mengenalnya. Namun, suatu ketika ia hendak berangkat ke kota. Ia hendak ke kota untuk check-up kesehatan, pada seorang dokter.
Tak satu pun ketika ia berada di praktik sang dokter mengenalnya. Ia tidak bisa merasa lebih mulia atau harus diistimewakan pada saat antre. Maka, merasa disepelekan ketika dapat nomor antrean cukup tinggi. Alias, ia harus menunggu cukup lama untuk mendapat giliran masuk ke ruang dokter.
βMereka tidak tahu, saya ini orang terpandang,β gumamnya.
Ketika sampai pada gilirannya, ia masih merasa dongkol. Dengan telaten, dokter melakukan cek kesehatannya.
"Wah, darah Anda tinggi sekali," kata si Dokter.
"Ya, dokter. Cuma dokter yang tahu siapa saya,β sergahnya.
βHa..?β, ketawa dokter terpendam. (adi)
Advertisement