Jasad Staf Kecamatan Panti Korban Banjir Bandang di Jember ditemukan Mengapung di Muara Pantai
Kabar duka datang dari wilayah Jember. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban hanyut akibat banjir bandang di Kecamatan Panti akhirnya ditemukan. Korban bernama Abdul Wahid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bedadung, tepatnya di wilayah Kecamatan Puger, Selasa 3 Februari 2026.
Proses pencarian berlangsung sejak korban dilaporkan hilang saat banjir bandang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, pada Senin malam. Arus deras dan kondisi air keruh membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Kaur Bin Ops Satpolairud Polres Jember, Aiptu Agus Rianto, menjelaskan jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. Posisi korban saat ditemukan mengambang dan tersangkut di rumpun bambu di area sungai wilayah Desa Puger Wetan.
Setelah menerima laporan temuan tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk memastikan identitas korban. Dari hasil pengecekan di lapangan, jenazah dipastikan adalah Abdul Wahid, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret banjir bandang di Desa Pakis sekitar pukul 21.00 WIB malam sebelumnya.
Korban diketahui merupakan Staf Seksi Pelayanan Umum Pemerintah Kecamatan Panti dan juga mantan Sekretaris Desa Pakis. Identifikasi diperkuat melalui keterangan rekan kerja serta pihak keluarga yang datang ke lokasi.
Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Puger untuk dilakukan visum luar. Setelah seluruh proses identifikasi selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Desa Pakis untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Menurut keterangan petugas, titik penemuan korban berada di wilayah hilir Sungai Bedadung yang merupakan lanjutan aliran dari Sungai Badean. Sungai tersebut menjadi lokasi awal korban dilaporkan hanyut saat banjir bandang terjadi.
Tim SAR gabungan sebelumnya membagi pencarian menjadi dua regu. Penyisiran dilakukan lewat jalur darat di sepanjang bantaran sungai. Langkah ini diambil karena arus sangat deras dan jarak pandang di air sangat terbatas, sehingga tidak memungkinkan personel turun langsung ke sungai.
Banjir bandang di Kecamatan Panti sendiri terjadi pada Senin 2 Februari 2026 malam, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan hulu sejak siang. Debit air meningkat sejak sekitar pukul 16.30 WIB dengan warna air cokelat pekat bercampur lumpur.
Menjelang malam, arus makin deras dan membawa material kayu serta bambu hingga meluap ke permukiman warga. Dampaknya, beberapa dapur rumah warga tergerus, kandang ternak roboh, dan puluhan rumah terdampak lumpur. Peristiwa ini jadi pengingat penting bagi warga di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras berlangsung lama.
Advertisement