Jalur Lancar, Sopir Minta Pemerintah Turun Tangan Agar Macet di Pelabuhan Ketapang Tak Terjadi Lagi
Antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi telah terurai. Arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau lancar pada Minggu, 5 April 2026. Buffer zone Bulusan terus berkurang karena secara secara bertahap telah diseberangkan.
Pantauan Ngopibareng.id, meski arus lalu lintas sudah relatif normal, namun aparat Kepolisian dan TNI masih tampak melakukan pengaturan. Seperti yang terlihat di buffer zone Bulusan.
Petugas tampak mengatur arus keluar masuk truk logistik berukuran besar di buffer zone Bulusan. Petugas Kepolisian juga tampak membagikan makanan dan minuman kepada sopir yang ada di lokasi tersebut. Sejumlah pengurus asosiasi sopir logistik juga datang ke buffer zone Bulusan dan bertemu dengan para sopir.
Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah, mengatakan, saat ini sudah tidak ada kemacetan. Saat ini benar-benar kemacetan sudah terurai. Sopir logistik dan masyarakat luas sudah kembali merasakan kenyamanan berkendara.
Dia meminta pemerintah hadir untuk memperbaiki infrastruktur Pelabuhan dengan menambah dermaga atau memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di pelabuhan agar tidak lagi terjadi kemacetan.
"Kalaupun memang ASDP ini tidak mampu untuk menambah dermaga atau memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di pelabuhan. Tolong negara hadir untuk ini, karena ini memang kemaslahatan bagi masyarakat luas," tegasnya.
Diapun mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja keras mengurai kemacetan yang sempat mencapai belasan kilometer. Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang terjadi selama hampir sepekan. Masyarakat dan para pengguna jasa penyeberangan khususnya kendaraan logistik merupakan pihak yang sangat dirugikan.
"Tolong Bapak Presiden yang terhormat, perhatikan kami dalam hal penyebrangan dengan pembenahan sarana dan prasarana serta penambahan dermaga Ketapang-Gilimanuk," tegasnya.
Pengurus ASLI, Farid Hidayat, mengatakan, kemacetan di Pelabuhan Ketapang disebabkan arus balik lebaran yang bersamaan dengan tingginya arus kendaraan logistik menuju Bali pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik. Kondisi tersebut diperparah dengan fasilitas penyeberangan di pelabuhan yang kurang.
"Salah satu faktor penyebab kemacetan ini kurangnya sarana prasarana terkait dengan drmaga ASDP Ketapang yang juga kurang," ujarnya.
Dia berharap pemerintah hadir dalam persoalan ini. Jika tidak segera ditindaklanjuti, ke depan akan terjadi kemacetan yang lebih parah. Karena memang tingginya kendaraan logistik yang ke Bali, ke NTB maupun ke NTT.
"Kami sangat mengharapkan kehadiran pemerintah membangun infrastruktur dan sarana prasarana terkait dengan penyeberangan dari Banyuwangi ke Bali, Banyuwangi ke Lombok maupun Banyuwangi ke NTT," ujarnya.
Advertisement