Penjualan Hewan Kurban di Jakarta Lesu, Pedagang Berharap di Malam Takbiran akan Terjadi Puncak
Menjelang hari raya Idul Adha 2025, sejumlah pedagang hewan kurban di Jakarta mengeluhkan penurunan penjualan. Penurunan ini dirasakan mayoritas pedagang hewan kurban.
Berdasarkan pantauan Ngopibareng.id beberapa lapak-lapak penjualan hewan kurban stoknya masih banyak. Permintaan hewan kurban diklaim masih lesu. Sebagian pedagang menilai pembelian biasanya meningkat mendekati malam takbiran.
Menunggu Detik-detik Terakhir
βKelihatannya nanti setelah takbiran baru ramai. Sekarang masih sepi, mungkin terdampak efisiensi atau banyak orang ingin beli mepet,β ujar Hamdi salah satu pedagang sapi di Jalan Kebayoran Lama Jakarta Selatan.
Penurunan penjualan kambing juga diakui oleh Hariyadi, pedagang hewan kurban di Jalan Raya Kemanggisan Jakarta Barat. Ia menjual berbagai jenis kambing seperti sapera, etawa, senduro, dan jawa randu dengan harga bervariasi antara Rp 3 juta juta hingga Rp 12,5 juta.
βPenjualan belum seperti tahun lalu, tetapi kami optimis menjelang hari-H,β ucap Hariyadi.
Setali tiga uang, penjualan sapi kurban pun masih landai. Hal ini diungkapkan Fadli pedagang hewan kurban di Jalan Budi Raya Kebon Jeruk Jakarta Barat. Ia mengaku sebagian besar sapinya yang dibawa dari Wonogiri belum terjual.
βDari 36 ekor, baru 9 ekor yang sudah dipesan. Harga sapi mulai dari Rp 23 juta sampai Rp 41 juta,β jelas Fadli.
Memenuhi Syarat Hewan Kurban
Sapi-sapi yang dijual juga telah lolos pemeriksaan dokter hewan dari Dinas Kesehatan, serta berusia lebih dari 2,5 tahun, memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Meski penjualan kambing menurun, sebagian pedagang meyakini permintaan akan meningkat drastis menjelang malam takbiran. Tradisi membeli hewan kurban pada hari-hari terakhir masih menjadi kebiasaan masyarakat.
Para penjual pun tetap bersiaga, menjaga kualitas dan kesehatan hewan sambil berharap penjualan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Terbebas Dari Penyakit Dan Layak Dikonsumsi
Ada beberapa jenis sapi yang ditawarkan pedagang, antara lain simental, PO, Limousin dan sapi Bali. Tetapi dari berbagai jenis sapi itu, sapi Bali paling diminanti. Alasannya, sapi Bali karkas atau tulangnya lebih kecil dibanding jenis sapi lain dan harganya pun lebih murah.
"Dengan Rp20 juta sudah bisa membawa pulang seekor sapi," kata Fadli, spesial pedagang sapi kurban asal Boyolali Jawa Tengah, Senin 2 Juni 2025
Di depan lapaknya terpampang surat keterangan Dinas Peternakan DKI Jakarta yang menyebutkan sapi terbebas dari penyakit dan layak dikonsumsi.
Advertisement