Gunung Semeru Erupsi 31 Desember 2025, Kolom Letusan Capai 900 Meter
Gunung Api Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu, 31 Desember 2025, pagi. Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu hasil erupsi terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur dan tenggara. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
Imbauan PVMBG untuk Masyarakat
Petugas magma.esdm, Sigit Rian Alfian, dalam laporan resminya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
Berikut imbauan resmi terkait aktivitas Gunung Api Semeru:
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, khususnya di: Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Status dan Pemantauan Terus Dilakukan
Hingga laporan ini diturunkan, aktivitas Gunung Api Semeru masih terus dipantau secara intensif oleh petugas. Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi hoaks, serta selalu mengikuti perkembangan resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.
Advertisement