Google Doodle Merayakan Hari Perempuan Internasional
Google merayakan Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day (IWD), dengan membuat Doodle di tampilan muka mesin pencari Google Search. Peringatan rutin setiap tanggal 8 Maret secara global.
Peringatan yang telah berlangsung satu abad lebih sejak 1911 ini merupakan hari global untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik kaum perempuan. Termasuk, menjadi momen menyuarakan pentingnya percepatan kesetaraan gender.
Tema Hari Perempuan Sedunia
Tahun ini, PBB melalui organisasi UN Women menetapkan tema IWD 2025 yakni For all women and girls: Rights. Equality. Empowerment atau yang berarti 'untuk semua perempuan dan anak perempuan: hak, kesetaraan, pemberdayaan'.
Melansir situs resmi UN Women, tema tersebut diusung guna menyerukan upaya global yang dapat mewujudkan hak, kekuasaan, dan kesempatan yang sama bagi semua orang dan masa depan, ketika tidak seorang pun tertinggal.
Google Doodle
Apabila membuka tab baru Google maka akan muncul pemandangan beberapa ikon sebagai penghormatan yang meriah terhadap pencapaian luar biasa perempuan di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika).
Halaman Google Doodle mengatakan karya seni tersebut menyoroti kontribusi para pelopor perempuan yang telah merevolusi bidang-bidang seperti eksplorasi ruang angkasa, arkeologi, dan penelitian laboratorium.
Karya seni tersebut berupaya menegaskan bahwa meskipun penemuan para wanita ini pada dasarnya telah membentuk pemahaman manusia tentang fisika, kimia, dan biologi, dampaknya hanya mewakili sebagian kecil dari peran penting yang telah dimainkan perempuan dalam memajukan sains sepanjang sejarah.
Sejarah Hari Perempuan Sedunia
Dikutip dari sumber yang sama, peringatan Hari Perempuan Sedunia (IWD) telah dilakukan sejak awal tahun 1900-an. Pada tahun 1908, terjadi banyak kerusuhan dan krisis yang menyebabkan penindasan terhadap perempuan. Hingga akhirnya, sekitar 15.000 perempuan melakukan demo terkait hak-haknya di New York City.
Setelah itu, selama berpuluh-puluh tahun berbagai upaya terus dilakukan untuk kesetaraan pemenuhan hak bagi perempuan. Kemudian, tahun 1975 untuk kali pertama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut memperingati Hari Perempuan Sedunia.
Selanjutnya, PBB mengumumkan tema tahunan Women at the Peace Table 1997, Women and Human Rights 1998, World Free of Violence Against Women 1999, dan seterusnya.
Selain itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menetapkan bulan Maret 2011 sebagai Women's History Month. Hal tersebut berdasarkan pada peringatan tepat ke-100 tahun Hari Perempuan Sedunia di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss sejak 1911.
Advertisement