Doa Qunut Subuh, Dalil dalam Fikih Mazhab Syafii
Umat Islam di Indonesia mayoritas adalah penganut mazhab Syafii. Meskipun sebagian besar juga penganut mazhab empat yang lain, yakni Maliki, Hanbali dan Hanafi. Mereka adalah mazhab Islam ala Ahlussunnah waljamaah.
Dalam praktik ibadah shalat lima waktu, yang nampak sebagai ciri khas, adalah doa Qunut dalam shalat Subuh. Hal itu pun lazim dilakukan umat Islam, khususnya berlatar belakang santri dan pesatren di bumi Nusantara.
Sehingga, praktik Qunut Subuh tidak hanya dilakukan umat Islam di Indonesia, melainkan juga di banyak negara, termasuk di Malaysia, Filipina, Thailand selatan, Brunei Darussalam, Yaman dan kawasan Timur Tengah lainnya.
Berikut penjelasan soal dalil da doa Qunut Subuh:
Hukum dan bacaan doa qunut dalam salat (sholat) Subuh ini mengulas tentang bacaan doa qunut beserta artinya dan hukum membaca doa qunut dalam salat Subuh.
Membaca doa qunut dalam salat subuh sering menjadi pertentangan tersendiri akibat perbedaan keyakinan dan pemahaman. Sebagian pihak membolehkan bahkan menganggapnya sunnat namun pihak lain tidak.
Hukum Membaca Doa Qunut dalam Salat Subuh
Doa qunut adalah serangkaian doa yang dibaca saat iktidal (berdiri setelah ruku) pada rakaat terakhir salat subuh atau witir. Hukum membaca doa qunut ini bagaimana?.
Menurut pendapat madzab Syafiโi, doa Qunut dalam salat Subuh merupakan salah satu dari sunnat Abโadl salat, baik saat terjadi musibah maupun tidak. Membaca doa qunut juga dipraktekkan oleh sebagian besar ulama salaf dan generasi setelahnya. Bahkan para sahabat Nabi Muhammad (termasuk Khulafa'ur Rasidin) semisal Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Al Khatthab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Al Barraโ bin Azib pun membaca doa qunut dalam salat subuh yang dikerjakannya (Al Majmuโ Syarh Al Muhadzdzab, juz 3, hal 504).
Dalil yang digunakan sebagai rujukan hukum membaca doa qunut antara lain hadist Anas bin Malik yang berbunyi:
ู ูุง ุฒูุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููููุชู ููู ุงููููุฌูุฑู ุญูุชููู ููุงุฑููู ุงูุฏูููููู
Yang artinya kurang lebih: โRasulullah SAW tidak henti membaca Qunut dalam shalat Fajar hingga beiau meninggal duniaโ (Musnad Ahmad bin Hambal)
Juga hadits yang diriwayatkan dari Al Awwam bin Hamzah, bunyinya:
ุณุฃูุช ุฃุจุง ุนุซู ุงู ุนู ุงููููุช ุ ูู ุงูุตุจุญ ููุงู : ุจุนุฏ ุงูุฑููุน . ููุช : ุนู ู ุ ูุงู : ุนู ุฃุจู ุจูุฑ ูุนู ุฑ ูุนุซู ุงู
Artinya kurang lebih: โAku bertanya pada Abu Utsman tentang masalah qunut dalam shalat Shubuh. Dia menjawab, โSetelah rukuโโ. Aku bertanya lgi, โDari siapa?โ Dia menjawab, โDari Abu BAkar, Umar dan Utsmanโ.
Namun harus diakui juga bahwa terdapat hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak membaca qunut dalam salat Subuh. Akan tetapi hadits tersebut tetap tidak menghalangi kesunnatan membaca doa qunut, apalagi sampai mengharamkannya. Hal ini menurut para ahli fikih selaras dengan kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi;
โDalil yang menetapkan lebih didahulukan daripada dalil yang menafikan, karena dalil yang menetapkan memiliki informasi tambahan.โ
Bacaan Doa Qunut adalah sebagai berikut:
ุฃูููููููู ูู ุงููุฏููููู ููููู ููู ููุฏูููุชู, ููุนูุงูููููู ููููู ููู ุนูุงููููุชู, ููุชูููููููููู ููููู ููู ุชููููููููุชู, ููุจูุงุฑููู ูููู ููููู ูุง ุฃูุนูุทูููุชู, ูููููููู ุดูุฑูู ู ูุง ููุถูููุชู, ููุฅูููููู ุชูููุถููู ูููุงู ููููุถูฐู ุนููููููู, ููุฅูููููู ูุงู ููุฐูููู ู ููู ููุงููููุชู,ูููุงูููุนูุฒูู ู ููู ุนูุงุฏูููุชู, ุชูุจูุงุฑูููุชู ุฑูุจููููุง ููุชูุนูุงููููุชู, ูููููู ุงููุญูู ูุฏู ุนูููู ู ูุงููุถูููุชู, ุฃูุณูุชูุบูููุฑููู ููุฃูุชูููุจู ุฅููููููู, ููุตููููู ุงูููููู ุนูููู ุณููููุฏููุงู ู ูุญูู ููุฏููู ุงููููุจูููู ุงููุงูู ููููู ููุนูููู ุขูููู ููุตูุญูุจููู ููุณููููู ู
(Allahummahdiniy fiiman hadait. Wa โaafiniy fiiman โaafait. Wa tawallaniy fiiman tawallait. Wa baarikliy fiima aโthoita. Wa qiniy syarro maa qodhoit. Fainnaka taqdhii walaa yuqdhoo โalaik. Wa innahuu laa yadzillu man waalait. Wa laa ya โizzu man โaadait. Tabaarokta robbanaa wataโaalait. Falakal hamdu โalaa maa qodhoit. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollallahu โalaa sayyidinaa muhammadininnabiyyil ummiyyi wa โalaa aalihii washohbihii wa sallam.)
Artinya:
โYa Allah tunjukkan aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan. Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.โ
Nah, sekarang sudah jelas, kan hukum membaca doa qunut dalam salat subuh.
Demikian wallalhu 'lam bisshawab. Semoga bermanfaat.
Advertisement