Diduga Tercemar Limbah Pabrik, Sungai Bono Sidoarjo Berbusa dan Berbau Menyengat
Sungai Bono yang melintasi Desa Bono, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, diduga mengalami pencemaran serius. Dugaan itu mencuat setelah beredar luas video berdurasi 34 detik di media sosial yang memperlihatkan air sungai dipenuhi busa putih disertai bau menyengat tak sedap.
Fenomena tersebut dilaporkan terjadi sejak dua hari terakhir. Warga menduga busa putih itu berasal dari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibuang secara ilegal oleh salah satu pabrik di kawasan Kecamatan Gedangan.
Silvy, warga setempat, mengungkapkan, busa mulai terlihat sejak dini hari dan tersangkut di sekitar Bendungan Bono. Selain merusak pemandangan, bau menyengat dari sungai tersebut mengganggu aktivitas warga.
βBusanya muncul sekitar jam dua pagi, menumpuk di Bendungan Bono. Baunya tidak enak dan bisa tercium sampai jarak sekitar 10 meter,β ujar Silvy, Senin, 19 Januari 2026.
Tak hanya menimbulkan bau menyengat, dugaan pencemaran limbah itu juga berdampak pada ekosistem sungai. Puluhan ikan dilaporkan mati mengambang di aliran Sungai Bono, memperparah kondisi lingkungan dan aroma tak sedap yang tercium hingga ke pemukiman warga.
βSudah dua hari ini ikan banyak yang mati, jadi baunya semakin menyengat,β tambahnya.
Hal senada disampaikan Prasetyo, warga lainnya. Ia menduga pencemaran tersebut disengaja dan dilakukan pada malam hari untuk menghindari pengawasan masyarakat.
βKami menduga ini limbah pabrik dari wilayah Gedangan. Pembuangannya dilakukan malam hari supaya tidak ketahuan warga, karena kalau malam limbahnya cepat hanyut terbawa arus,β jelas Prasetyo.
Sungai Bono sendiri diketahui bermuara langsung ke laut, sehingga warga khawatir pencemaran ini tidak hanya berdampak pada lingkungan sungai, tetapi juga pada ekosistem pesisir dan kesehatan masyarakat sekitar.
Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan menelusuri sumber pencemaran, melakukan uji laboratorium air sungai, serta menindak tegas pihak yang terbukti membuang limbah secara ilegal.
Jika dibiarkan berlarut-larut, pencemaran Sungai Bono dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas dan membahayakan kesehatan warga dalam jangka panjang.
Advertisement