Datang ke Jember, Gus Ipul Ingatkan Jangan Ada KKN dalam Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf berkunjung ke Jember, pada Sabtu, 31 Mei 2025. Gus Ipul menghadiri sejumlah kegiatan mulai dari senam bersama dalam rangka hari lanjut usia nasional (HLUN), memantau operasi katarak, hingga melakukan sosialisasi terkait Sekolah Rakyat.
Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto khusus bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah akan membangun 100 Sekolah Rakyat di Indonesia pada tahun 2025.
Hingga saat ini, sudah ada 65 sekolah rakyat yang sudah melalui proses penilaian kelayakan. Salah satunya Sekolah Rakyat yang ada di Jember. Khusus Sekolah Rakyat yang berada di Jember untuk sementara lokasinya berada di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, di Kecamatan Kaliwates.
Sekolah SR di Jember nantinya akan menampung 150 siswa yang terdiri atas rombongan belajar SD, SMP, dan SMA. Saat ini, proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat di Jember sudah dimulai.
Bahkan, sejumlah calon siswa dihadirkan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Balai Diklat BKPSDM Jember. Kegiatan sosialisasi tersebut setidaknya ada 57 calon siswa yang hadir.
Gus Ipul meminta sebagian calon siswa maju ke depan didampingi orang tua masing-masing. Dua calon siswa yang dipanggil secara acak adalah anak yang lahir kembar, bernama M Riyan Fitra dan M Riyon Fitra, putra dari seorang perempuan bernama Ismainah.
Ibu kandung dari anak kembar itu ingin kedua putranya masuk sekolah rakyat. Sebab orang tua mereka secara ekonomi termasuk kategori tidak mampu. Selain harus membiayai empat orang anak, suami dari Ismainah juga tidak diketahui keberadaannya.
Kendati demikian, berdasarkan data yang dihimpun petugas asesmen, ternyata Ismainah tidak tercatat sebagai penerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Padahal yang bersangkutan memang benar-benar keluarga yang tidak mampu. Selain dua anak kembar, Gus Ipul juga memanggil tiga calon siswa sekolah rakyat lainnya.
Ingatkan Tak Ada Praktik KKN dalam Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan, Sekolah Rakyat hanya akan menerima siswa dari keluarga miskin atau miskin ekstrem. Karenanya, dalam tahapan nanti tidak ada tes akademik, yang ada hanya tes administrasi.
Setelah calon siswa dinyatakan lolos, maka Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan terhadap keluarga. Pemerintah nanti akan membangun rumah dari keluarga siswa Sekolah Rakyat menjadi rumah layak huni dan akan diberikan program pemberdayaan.
"Dalam penerimaan siswa sekolah rakyat kami pastikan tidak ada tes akademik. Tesnya hanya terkait verifikasi administrasi. Setiap calon siswa akan dilakukan asesmen oleh petugas, mulai dari kondisi rumah hingga ekonomi keluarga dari calon siswa," katanya.
Selama proses rekrutmen, Gus Ipul meminta pendamping maupun pihak-pihak tertentu melakukan tindakan kolusi korupsi dan nepotisme (KKN). Praktik KKN berupa titip menitip merupakan pola lama yang harus ditinggalkan. Seluruh tahapan pendaftaran hingga penentuan penerimaan siswa harus dilakukan secara transparan.
Selain menjaring calon siswa, pemerintah juga akan mulai menjaring guru dan kepala sekolah. Seluruh guru dan kepala sekolah yang akan bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah rakyat dipastikan adalah dari kalangan profesional.
Tahapan penerimaan siswa baru, penerimaan guru dan kepala sekolah, serta renovasi tempat Sekolah Rakyat bisa rampung pada pertengahan bulan Juli. Sehingga pada akhir Juli 2025 kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai.
"Proses renovasi tempat akan segera kita lakukan, termasuk menyiapkan guru dan kepala sekolah. Semoga pada akhir Juli 2025 kegiatan belajar mengajar di sekolah rakyat Jember sudah bisa dimulai," pungkasnya.
Advertisement