Bukan Messi, Neymar atau Mbappe, Tapi Desire Doue
Kemenangan PSG di final ajang sepak bola antarklub Eropa itu bukan hanya menjadi kemenangan pertama, tetapi juga menjadi rekor kemenangan dalam pertandingan di Munich. Membantai Inter Milan 5-0 dalam final Liga Champions, adalah kemenangan yang spektakuler, dengan bintang muda Prancis yang menyumbang 2 goal, yang sejak hari ini akan menjadi bintang besar; Desire Doue
Trofi Liga Champions yang bahkan tidak dapat diberikan oleh Lionel Messi, Neymar, atau Kylian Mbappe kepada klub Prancis itu akhirnya direbut oleh Luis Enrique, pelatih asal Spanyol yang telah mengawasi peralihan PSG dari era perekrutan pemain galactico menjadi era pembangunan tim yang sesungguhnya.
Maka, Desire Doue, pemain depan Prancis berusia 19 tahun yang menjadi lambang generasi baru klub, menjadi inspirasi utama di malam yang hangat itu. Ia menjadi remaja ketiga yang mencetak gol di final Liga Champions, setelah Patrick Kluivert dan Carlos Alberto.
Desire Doue, bintang muda berusia 19 tahun, jadi MVP final Liga Champions dengan dua gol dan satu assist. UEFA memuji kedewasaannya di lapangan, tajam di depan gawang, murah hati membagi peluang, dan gigih dalam bertahan. Desire Doue bukan hanya pemain, tapi bintang masa depan. Dia sbanding dngan bintang masa depan Spanyol, Lamine Yamal. Selamat datang Desire Doue, yang dalam bahasa inggris dan Prancis artinya βHasrat dan Bakatβ.*
Β
Β
Advertisement