PT SGN MKSO Kebun Dhoho Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal, Dukung Swasembada Gula Nasional
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melalui unit usahanya, Manajemen Kerja Sama Operasional (MKSO) Kebun Dhoho, menunjukkan komitmen kuat dalam memberdayakan masyarakat sekitar dengan menyerap hampir 3.000 tenaga kerja lokal untuk pengolahan lahan tebu seluas 5.805,59 hektare. Langkah ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Selama musim tanam dan panen, Kebun Dhoho aktif merekrut ribuan pekerja dari wilayah sekitar kebun. Tercatat sebanyak 1.500 orang penebang tebu dan 1.422 tenaga tanam kebun dipekerjakan setiap tahunnya.
“Ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat di sekitar kebun,” ujar Sri Pratomo, General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho.
Kebun Dhoho: Penggerak Ekonomi Lokal Melalui Budidaya Tebu
Kebun Dhoho beroperasi melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT SGN dan PTPN I, berlokasi di Jalan Melati Plosokidul, Desa Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Unit ini fokus pada budidaya tanaman tebu di dua rayon utama:
Rayon Dhoho I di Kecamatan Plosoklaten seluas 2.055 hektare
Rayon Dhoho II mencakup area seluas 3.750 hektare di Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar
Total luas lahan mencapai 5.805,59 hektare, menjadikan Kebun Dhoho sebagai salah satu pengelola lahan tebu terbesar di wilayah Jawa Timur.
Dukungan Teknologi dan Inovasi Varietas Tebu Unggul
Dalam menjalankan budidaya tebu, Kebun Dhoho didukung oleh Pusat Penelitian Tebu (Puslit) Jengkol yang secara rutin menghasilkan varietas tebu unggulan dengan produktivitas tinggi per hektare. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi suplai bahan baku berkualitas tinggi ke pabrik gula nasional.
Sri menegaskan bahwa Kebun Dhoho berorientasi pada penciptaan nilai tambah (value creation) bagi seluruh pemangku kepentingan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.
"Kami terus bersinergi untuk memberikan dampak positif, serta mendukung program swasembada gula nasional melalui penyediaan bahan baku tebu berkualitas dari lahan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan," tutup Sri.
Advertisement