Bahagianya Pemilik PSG
Presiden sekaligus pemilik klub Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi mengungkapkan rasa bahagia seusai timnya menjuarai Liga Champions 2024/25 setelah mengalahkan Inter Milan 5-0 pada partai final di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Minggu.
Dikutip dari laman resmi klub, Minggu, Al-Khelaifi mengatakan ini merupakan momen bersejarah bagi PSG dan juga sepak bola Prancis. "Saya sangat bangga dengan kemenangan pertama yang luar biasa di final Liga Champions ini, momen bersejarah bagi Paris Saint-Germain, bagi sepak bola Prancis, dan bagi Kota Paris," ungkap Al-Khelaifi.
Al-Khelaifi menambahkan keberhasilan ini adalah puncak dari usaha kolektif yang patut dicontoh, yang didorong oleh komitmen, semangat tim, dan semangat semua orang yang menghidupkan klub ini.
Menurutnya ada banyak orang yang layak mengangkat trofi dan ia ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memiliki kontribusi atas keberhasilan ini.
"Para pemain, Luis Enrique, stafnya, Luis Campos, dan semua orang yang, setiap hari, membangun proyek yang ambisius dan koheren ini. Keberhasilan ini adalah keberhasilan dari kelompok yang bersatu, basis penggemar setia yang mampu mengalami final pertamanya di stadion, dan klub yang tidak pernah berhenti percaya pada mimpinya," jelas Al-Khelaifi.
"Gelar ini, untuk semua generasi pemain, pelatih, dan manajer yang telah menandai sejarah PSG, merupakan kegembiraan yang luar biasa dan kehormatan bagi Paris, bagi institusi kami, dan bagi semua orang yang telah mendukung Rouge et Bleu selama bertahun-tahun," pungkasnya.
Ini merupakan gelar Liga Champions pertama PSG sepanjang sejarah setelah sebelumnya pencapaian terbaik mereka adalah menembus partai final pada musim 2019-2020 tetapi takluk dari Bayern Muenchen 0-1.
Anak Nelayan
Lahir di Doha pada 12 November 1973, Al-Khelaifi memulai karier sebagai petenis profesional sebelum beralih ke bisnis dan manajemen olahraga. Kini, dia memegang peran ganda sebagai Ketua Qatar Sports Investments (QSI) dan Presiden PSG, sekaligus menjabat di berbagai badan sepak bola Eropa dan dunia. Visinya yang tajam membuatnya diakui sebagai salah satu eksekutif paling berpengaruh dalam sepak bola modern.
Lebih dari satu dekade memimpin, Al-Khelaifi tak sekadar membangun tim pemenang, tapi juga menciptakan dinasti. PSG kini bukan lagi sekadar klubβmelainkan sebuah kerajaan dengan ambisi tak terbatas.
Al-Khelaifi tumbuh sebagai anak nelayan mutiara di Qatar, jauh dari hiruk-pikuk sepak bola Eropa. Dia menempuh pendidikan ekonomi di Qatar University, yang kelak menjadi fondasi kepemimpinannya di dunia bisnis dan olahraga. Latar belakang ini membentuknya menjadi sosok yang ulet dan visioner.
Sebelum terjun ke sepak bola, dia sempat menjadi petenis profesional yang mewakili negaranya. Namun, titik baliknya datang ketika dia dipercaya memimpin QSI, yang kemudian membeli PSG pada 2011. Kariernya melesat dan dia pun diangkat sebagai Presiden sekaligus CEO klub tersebut.
Pada 7 Oktober 2011, Al-Khelaifi resmi memegang kendali PSG. Dia langsung memperkenalkan rencana lima tahun yang ambisius: membawa klub ke puncak sepak bola Prancis dan Eropa. Langkah pertamanya? Merekrut Leonardo sebagai direktur olahraga untuk membangun tim impian.*
Advertisement