Awas..Perempatan KBS Segera Dilengkapi CCTV Tilang
Surabaya :Β Setelah berhasil mengurangi jumlah penerjang lampu merah di Traffic Light Terminal Bratang, tahun ini Dinas Perhubungan Kota Surabaya akan menambah dua lagi yakni di CCTV tilang di Traffic Light Jalan Darmo depan Kebun Binatang Surabaya.
"Sejak tanggal 1 September kami uji coba di perempatan Bratang ternyata hasilnya luar biasa. Jika awalnya ada 447 pelanggaran perhari, namun kemarin mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB jumlah pelanggar lampu merah di Traffic Light Bratang hanya 89 kendaran," kata Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya Robben Rico, Selasa (5/9/2017).
Menurut Robben, berkurangnya jumlah pelanggar juga berkat keberhasilan sosialisasi yang disertai dengan peringatan pertama kepada para pelanggar. Saat ini setidaknya telah ada 100 pelanggar yang didatangi polisi di rumahnya untuk penyerahan surat teguran karena melanggar.
Keberhasilan pengurangan jumlah pelanggar ini juga terlihat pada pukul 05.00 WIB pagi tadi, meski jalanan masih cukup sepi, namun terpantau tidak ada kendaraan yang berani melanggar atau menerjang lampu merah di Traffic Light Terminal Bratang.
Untuk bulan ini, pelanggar Traffic Light di Terminal Bratang memang belum dilakukan penilangan, namuan hanya diberikan surat peringatan. Selanjutnya mulai bulan Oktober mendatang, mereka yang melanggar akan dilakukan penilangan.
Robben mengatakan, dengan hadirnya Tilang by CCTV ini, maka setiap kendaraan yang melanggar pasti akan terekam dari beberapa sisi yakni, kendaraan sebelum melanggar, pas melanggar, dan setelah melanggar. Semuanya akan terecord yang otomatis masuk ke dalam data base Dinas Perhubungan, dan Kepolisian.
CCTV tilang ini juga akan terus ditambah, pada tahun 2018 rencannya juga akan dipasang di beberapa titik lagi diantaranya di jalan Dr Moestopo, serta di Jalan Pucang.
"Kami sangat berkepentingan karena kecelakaan di lampu merah biasanya cukup parah. Dengan pemasangan CCTV ini kami harapkan pelanggar lalu lintas di perempatan jalan bisa berkurang," ujarnya.
Selain merekam pelanggar lalu litas, CCTV ini juga sangat sensitif dan otomatis bisa mengatur pergantian dari lampu hijau, kuning dan merah. "Artinya sistem kami otomatis bisa melihat kepadatan kendaraan di bawahnya, kapan perlu merah dan kapan masih hijau. Jadi ada jeda tiga detik untuk mengenali kepadatan jalan," kata dia. (wah)
Advertisement