Angin Kencang Rusak Satu Rumah di Jember, Penghuni Mengungsi
Bencana angin kencang menerjang wilayah Dusun Curah Cabe RT 03 RW 21, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 14.48 WIB. Akibat kejadian tersebut, satu rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat dan tiga jiwa terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, menyampaikan, peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
“Bencana angin kencang terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 14.48 WIB. Satu rumah milik Bapak Umar Hamdan mengalami rusak berat dan dihuni tiga jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Edi Budi Susilo dalam laporan resminya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB dan dalam waktu kurang dari setengah jam angin kencang menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Selain itu, wilayah terdampak sempat mengalami pemadaman listrik.
“Angin kencang menyebabkan beberapa bagian rumah rusak parah. Wilayah sempat padam listrik, namun situasi sudah terkendali dan tidak ada korban jiwa,” katanya.
BPBD Jember langsung melakukan assesment, koordinasi dengan unsur terkait, serta dokumentasi di lokasi kejadian. Sejumlah bantuan logistik juga telah disalurkan kepada korban terdampak.
“Kami telah mendistribusikan bantuan logistik berupa perlengkapan masak dan makanan, selimut, family kit, matras, terpal, lauk-pauk, makanan siap saji, paket kebersihan, sembako, serta sandang pria dan wanita,” jelasnya.
Selain itu, Tim Jitupasna BPBD Jember juga merekomendasikan bantuan stimulan berupa 500 buah bata untuk mendukung proses perbaikan rumah yang rusak.
“Tim Jitupasna merekomendasikan bantuan stimulan material berupa 500 bata untuk membantu percepatan perbaikan rumah,” imbuhnya.
Penanganan darurat dinyatakan selesai pada Sabtu pukul 12.00 WIB. Meski demikian kondisi rumah korban belum diperbaiki dan penghuni sementara mengungsi ke rumah orang tuanya.
Edi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang berisiko menumbangkan pohon dan merusak bangunan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan memperhatikan kondisi pohon atau bangunan yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya.
Advertisement