Desa Rejosari Blitar Latih Karang Taruna Bikin Lilin Aroma Terapi
Pemerintah Desa Rejosari, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, terus berupaya mengembangkan potensi lokal, khususnya bunga mawar, melalui inovasi produk kreatif. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pembuatan lilin aroma terapi bagi anggota Karang Taruna, Minggu 29 Juni 2025.
Sedikitnya 30 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber pelaku usaha Lilin Aroma Terapi asal Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Blitar, yakni Aisya Madikha Kamil, pemilik brand Light De Candle.
Para peserta, yang mayoritas adalah generasi muda Desa Rejosari, tampak antusias mengikuti rangkaian pelatihan, mulai dari teori hingga praktik langsung.
"Mereka diajarkan mulai proses persiapan bahan, pencampuran, pemanasan hingga menuangkan ke dalam cetakan menjadi lilin aroma terapi siap pakai," jelas Sutrisno, Kepala Desa Rejosari.
Potensi Bunga Mawar Blitar Dikembangkan Jadi Produk Aromatik
Sutrisno menuturkan, pelatihan lilin aroma terapi merupakan inisiatif Karang Taruna Desa Rejosari. Alasannya, saat ini belum ada yang mengembangkan usaha lilin aroma terapi di wilayah tersebut, padahal potensi bunga mawar di Desa Rejosari sangat melimpah.
"Di sini pusat jual beli bunga mawar, makanya saya dorong generasi muda untuk kreatif memanfaatkannya. Sebelumnya kami juga kembangkan produk kopi aroma mawar, dan alhamdulillah sudah laku di pasaran," ungkap Sutrisno.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anak-anak muda di Rejosari semakin leluasa memilih peluang usaha berbasis potensi lokal, seperti lilin aroma terapi, obat nyamuk herbal, hingga produk aromatik lainnya.
Peluang Usaha Lilin Aroma Terapi untuk Generasi Muda
Salah satu peserta, Nita, mengaku senang mengikuti pelatihan ini. Ia melihat lilin aroma terapi sebagai peluang bisnis menarik bagi generasi muda.
"Anak-anak muda sekarang butuh peluang usaha kreatif, apalagi banyak yang belum tahu cara membuat lilin aroma terapi. Ini bisa jadi peluang bisnis anak muda Desa Rejosari," kata Nita.
Narasumber pelatihan, Aisya Madikha Kamil, menjelaskan manfaat lilin aroma terapi tidak hanya sebagai pengharum ruangan, tetapi juga untuk relaksasi hingga pengusir nyamuk.
Ia mendorong peserta untuk menjaga konsistensi kualitas produk agar bisa bersaing di pasar. Selain itu, pemasaran digital seperti membuka toko online menjadi kunci untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Jangan takut memasarkan produk secara online, manfaatkan marketplace dan media sosial untuk promosi. Kalau kualitas terjaga, produk pasti punya pasar," tegas Aisya.
Dorong Kemandirian Ekonomi Karang Taruna Lewat Produk Inovatif
Pelatihan pembuatan lilin aroma terapi ini menjadi langkah nyata Desa Rejosari dalam mendorong kemandirian ekonomi Karang Taruna. Dengan mengolah potensi bunga mawar menjadi produk bernilai jual, diharapkan muncul lebih banyak usaha kreatif di sektor aromatik.
Selain itu, upaya ini juga mendukung pemberdayaan pemuda desa serta meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Blitar di pasar regional maupun nasional.
Advertisement